TNI AU. Bandung. Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Koharmatau Letkol Tek Indra D. Ariyanto, M.M., M.Han., mengingatkan seluruh personel agar meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan digital yang mengatasnamakan dinas maupun pejabat. Penipuan tersebut kerap dilakukan melalui WhatsApp, panggilan telepon, dan berbagai platform media sosial yang tampak meyakinkan.
Penekanan itu disampaikan usai apel pagi di hadapan seluruh personel Koharmatau, Bandung, Jumat (6/02/2026). Dandenma menjelaskan bahwa pelaku kejahatan siber sering memanfaatkan teknik social engineering dengan menciptakan situasi mendesak, kepanikan, atau iming-iming keuntungan instan guna memperdaya korban.
Salah satu modus yang paling sering terjadi adalah phishing, yaitu upaya pencurian data pribadi seperti username, password, kode OTP, hingga informasi keuangan. Untuk itu, seluruh personel diimbau agar tidak sembarangan membagikan data pribadi, tidak mengklik tautan mencurigakan, serta hanya mengunduh aplikasi melalui Play Store atau App Store resmi.
Sebagai langkah pencegahan aktif, Dandenma juga menekankan pentingnya mengaktifkan verifikasi dua langkah pada akun penting serta mengganti kata sandi secara berkala, khususnya pada akun keuangan dan aplikasi strategis lainnya, guna meminimalkan risiko pembobolan.
Selain kewaspadaan digital, Dandenma turut mengingatkan prosedur keamanan di lingkungan kesatrian, seperti membuka kaca mobil, melepas helm dan masker bagi pengendara sepeda motor untuk memudahkan identifikasi petugas piket. Seluruh personel juga diminta tertib berlalu lintas, melengkapi surat kendaraan, mematuhi rambu, dan tidak menggunakan knalpot bising, sebagai wujud disiplin dan keteladanan prajurit Koharmatau.
(Penkoharmatau).


-1123156-1080.webp)

-1123156-1080.webp)

-1123156-1080.webp)
-1123156-1080.webp)
-1123156-1080.webp)
