Pengunjung Website
Hari Ini: 21
Minggu Ini: 117
Bulan Ini: 213
Tahun Ini: 213
img thumbnail

Tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Pesawat C-130J Super Hercules A-1340 Bawa 15 Ton Cabai dari Bener Meriah

TNI AU. Pesawat angkut C-130J Super Hercules TNI Angkatan Udara nomor registrasi A-1340 yang membawa 15 ton cabai asal Kabupaten Bener Meriah, Provinsi Aceh, tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Rabu (17/12/2025). Kedatangan pesawat tersebut disambut langsung oleh Menteri Pertanian Republik Indonesia, Bapak Dr. Ir. H. Andi Amran Sulaiman.

Pembelian cabai oleh pemerintah ini merupakan bagian dari upaya mendukung perekonomian petani Aceh sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan nasional.

Setibanya di apron Lanud Halim Perdanakusuma, Menteri Pertanian menyampaikan bahwa pembelian cabai dari Aceh dilakukan langsung oleh pemerintah dengan harga yang menguntungkan petani, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia agar negara hadir meringankan beban masyarakat di daerah terdampak.

“Pesawat berangkat ke Aceh membawa bantuan pemerintah dan kembali tidak dibiarkan kosong. Kita manfaatkan untuk mengangkut hasil pertanian masyarakat. Cabai ini dibeli dengan harga yang menguntungkan petani dan tidak boleh ditawar, karena ini bentuk keberpihakan negara kepada saudara-saudara kita,” ujar Menteri Pertanian.

Lebih lanjut dijelaskan, total cabai yang tersedia dari Aceh mencapai sekitar 40 ton dan pengirimannya dilakukan secara bertahap. Dari jumlah tersebut, 15 ton didistribusikan ke Jakarta, sementara sisanya disalurkan ke sejumlah daerah lain, seperti Medan, menyesuaikan kebutuhan wilayah dengan tingkat harga cabai yang relatif tinggi.

Sementara itu, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Erwin Sugiandi, M.Han. menyampaikan bahwa pihaknya siap mendukung penuh pelaksanaan distribusi logistik nasional yang melibatkan TNI Angkatan Udara, khususnya dalam mendukung program pemerintah di bidang ketahanan pangan.

“Lanud Halim Perdanakusuma selalu siap menjadi hub strategis dalam mendukung distribusi logistik nasional, baik untuk misi kemanusiaan, kebencanaan, maupun pengangkutan hasil pertanian masyarakat,” ujar Danlanud Halim.