Pengunjung Website
Hari Ini: 20
Minggu Ini: 20
Bulan Ini: 44
Tahun Ini: 792
img thumbnail

Sinergi Legislatif dan TNI AU: Komisi I DPR RI Pantau Langsung Kesiapan Pertahanan Udara di Lanud Supadio

TNI AU. Hubungan sinergis antara lembaga legislatif dan TNI Angkatan Udara kembali terjalin erat melalui kunjungan kerja spesifik Komisi I DPR RI ke Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Rabu (28/1/26). Kunjungan ini menjadi ruang dialog strategis untuk menyelaraskan kebijakan pertahanan negara dengan realitas tugas prajurit di garis terdepan penjaga kedaulatan udara, khususnya di wilayah perbatasan Kalimantan Barat.

Rombongan Komisi I DPR RI yang dipimpin oleh Mohamad Shohibul Iman, Ph.D., disambut hangat oleh Komandan Lanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., didampingi para Pejabat Utama Lanud Supadio serta Pejabat Grup 4 Khusus. Suasana kebersamaan dan keterbukaan mewarnai kunjungan ini, mencerminkan komitmen bersama untuk membangun pertahanan udara yang tangguh dan adaptif.

Sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan komprehensif di Ruang Rapat Baseops Lanud Supadio. Dalam paparannya, Danlanud Supadio menjelaskan profil pangkalan secara menyeluruh, mulai dari pelaksanaan tugas operasi, capaian yang telah diraih, hingga berbagai tantangan teknis dan keterbatasan yang dihadapi di lapangan. Paparan ini disampaikan secara transparan agar Komisi I DPR RI memperoleh gambaran utuh kondisi riil satuan.

“Kunjungan ini menjadi momentum penting bagi kami untuk menyampaikan kondisi sebenarnya di lapangan. Harapan kami, melalui pengawasan yang konstruktif dari Komisi I DPR RI, Lanud Supadio dapat terus menjalankan fungsi pertahanan udara negara secara optimal dan berkelanjutan,” tegas Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Tim Komisi I DPR RI menegaskan bahwa data dan informasi yang diperoleh dari Lanud Supadio akan menjadi referensi strategis dalam merumuskan postur kekuatan TNI AU ke depan. Ia menekankan bahwa sinergi ini tidak berhenti pada kunjungan semata, melainkan akan ditindaklanjuti dalam forum rapat kerja bersama Kementerian Pertahanan dan Panglima TNI sebagai bahan pertimbangan kebijakan pertahanan nasional.

“Kunjungan kerja spesifik ini merupakan bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan DPR RI sebagaimana diamanatkan dalam UU MD3, dengan tema Integrasi Deteksi Dini Ancaman Udara di Perbatasan Kalimantan Barat. Kami ingin memastikan Lanud Supadio benar-benar menjadi titik vital pertahanan udara di wilayah perbatasan. Sinergi antara legislatif dan TNI AU adalah kunci menjaga kedaulatan NKRI di langit Khatulistiwa,” ujar Mohamad Shohibul Iman.

Kegiatan ditutup dengan pertukaran plakat sebagai simbol kuatnya kolaborasi antara pengambil kebijakan dan pelaksana pertahanan di lapangan. Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen TNI Angkatan Udara dalam mewujudkan prajurit yang Adaptif, Modern, Profesional, Unggul, dan Humanis (TNI AMPUH) demi menjaga kedaulatan udara nasional.