TNI AU. Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Koharmatau Tahun Anggaran 2026 resmi ditutup dengan penekanan strategis dari Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau), Suryanto. Dalam arahannya, Dankoharmatau menegaskan pentingnya konsistensi pemeliharaan materiel TNI Angkatan Udara sebagai kunci utama menjaga kesiapan operasional dan kekuatan udara nasional.
Sebagai leading sector di bidang pemeliharaan, Koharmatau memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan kesiapan alpalhankam TNI AU. Oleh karena itu, pemahaman dan implementasi visi serta misi Koharmatau, yakni meningkatkan kemampuan pemeliharaan dan produksi materiel alutsista—harus menjadi pedoman dalam setiap langkah dan kebijakan satuan.
Sejalan dengan penekanan pimpinan pada Rapim TNI AU Tahun 2026, terdapat tujuh fokus utama yang harus menjadi perhatian seluruh jajaran. Pertama, modernisasi alpalhankam yang tidak hanya berorientasi pada pengadaan, tetapi juga keselarasan dengan strategi pertahanan negara serta kesiapan personel pengawak alutsista. Kedua, validasi organisasi (valor) sebagai proses berkelanjutan guna mewujudkan perbaikan institusi secara sistematis dan adaptif. Ketiga, pengembangan peranti lunak yang mampu mendukung peningkatan kemampuan alpalhankam sekaligus memperkuat tata kelola organisasi. Keempat, peningkatan kualitas SDM yang adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis sebagai kebutuhan mutlak dalam menghadapi dinamika tugas ke depan.
Dankoharmatau menegaskan bahwa peningkatan kualitas hasil pemeliharaan dan produksi harus menjadi prioritas utama. Optimalisasi engineering, kesiapan alat peralatan, serta penyesuaian petunjuk teknis sesuai perkembangan teknologi menjadi langkah konkret yang harus dilaksanakan secara konsisten oleh seluruh unit kerja dan Depohar. Setiap program kerja Tahun 2026 harus dijalankan secara terukur, akuntabel, dan berorientasi hasil.
Di bidang pembinaan SDM, Dankoharmatau menekankan pentingnya sistem pembinaan personel yang terstruktur, terarah, dan berbasis merit system. Regenerasi harus dilaksanakan berdasarkan kinerja dan kompetensi secara berkelanjutan. Disiplin dan latihan personel juga harus diperkuat guna meningkatkan kesiapan operasi, serta pembinaan spiritual terus digelorakan sebagai fondasi moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain itu, budaya safety menjadi perhatian serius. Keselamatan terbang dan kerja tidak boleh diabaikan, karena menjadi faktor fundamental dalam menjamin efektivitas pelaksanaan tugas pemeliharaan serta mendukung kesiapan operasional TNI Angkatan Udara secara menyeluruh.
Menutup Rakernis Koharmatau TA 2026, Dankoharmatau mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan hasil Rakernis sebagai komitmen bersama dalam bekerja lebih cermat, lebih cepat, dan lebih tepat. Dengan semangat kebersamaan dan profesionalisme, Koharmatau diharapkan semakin kokoh sebagai garda terdepan pemeliharaan materiel TNI AU—adaptif terhadap perubahan, unggul dalam kinerja, dan humanis dalam pengabdian demi kejayaan TNI Angkatan Udara dan bangsa Indonesia.

-1123748-1080.webp)

-1123748-1080.webp)
-1123748-1080.webp)


-1123748-1080.webp)

-1123748-1080.webp)