TNI AU. Peserta Korps Kadet Republik Indonesia (KKRI) mendapatkan pelatihan teori dasar survival dari Serda Ririsman di Lahan Ketahanan Pangan Lanud H.AS Hanandjoeddin (ASH), Sabtu (9/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, peserta dibekali pengetahuan tentang teknik bertahan hidup di alam bebas saat menghadapi kondisi darurat, seperti tersesat di hutan maupun situasi kritis lainnya. Materi yang diberikan meliputi pentingnya ketenangan mental, kemampuan berpikir cepat, hingga teknik dasar mencari sumber makanan di alam.
Serda Ririsman menjelaskan prinsip dasar survival melalui metode STOP, yakni Sit/Stop, Think, Observe, dan Plan agar seseorang mampu tetap tenang dan mengambil keputusan dengan tepat saat berada dalam kondisi darurat.
Peserta juga dikenalkan berbagai tumbuhan liar yang dapat dikonsumsi saat survival di hutan, seperti pohpohan, rebung bambu, paku sayur, alang-alang, dan cantigi gunung.
Selain itu, peserta mendapatkan materi teknik aman menangkap ular sanca (piton). Dalam penjelasannya, Serda Ririsman menekankan pentingnya ketenangan, kehati-hatian, dan kerja sama saat menangkap ular berukuran besar.
Langkah awal dilakukan dengan mendekati ular secara perlahan dari belakang, kemudian mengamankan ekor untuk mengontrol pergerakan. Setelah itu, kepala ular dikendalikan menggunakan alat bantu seperti tongkat penangkap atau kayu agar terhindar dari gigitan maupun lilitan.
Untuk ular berukuran besar, proses evakuasi dilakukan lebih dari satu orang dan menggunakan karung goni tebal sebagai alat pengamanan. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta KKRI memiliki jiwa mandiri, tangguh, disiplin, serta mampu menghadapi berbagai tantangan di alam bebas dengan tetap mengutamakan keselamatan.




