TNI AU. Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio menjadi titik sentral kolaborasi internasional dalam memperkuat penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat. Komitmen strategis ini ditegaskan melalui keterlibatan langsung Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., saat menyambut Menteri Pertahanan RI, Jenderal TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, beserta rombongan dalam agenda peninjauan kesiapan operasi udara bersama.
Agendanya berfokus pada peninjauan tiga helikopter berat CH-47 Chinook di atas kapal JS Kunisaki. Armada tangguh ini dikerahkan dalam rangka kerjasama taktis antara Indonesia dan Jepang untuk memperkuat operasi water bombing di wilayah Kalbar. Kolaborasi skala besar ini juga melibatkan sinergi profesional dari sekitar 338 personel pertahanan Jepang yang bekerja bahu-bahu dengan tim Indonesia di lapangan.
Komandan Lanud Supadio, Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., menegaskan bahwa seluruh fasilitas dan kesiapan operasi di Lanud Supadio telah dioptimalkan demi mendukung kelancaran misi bersama ini.
"Lanud Supadio siap menjadi motor penggerak dukungan operasi udara dalam misi kolaboratif ini. Sinergi lintas negara dan koordinasi antardata serta instansi adalah kunci utama agar penanganan Karhutla di Kalimantan Barat dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan berdampak luas," tegas Danlanud.
