Pengunjung Website
Hari Ini: 9
Minggu Ini: 81
Bulan Ini: 443
Tahun Ini: 1,871
img thumbnail

Penguatan Unsur Korpasgat di Korowai Batu Kabupaten Boven Digoel dalam Rangka Restorasi Jembatan Udara di Papua

TNI AU. Panglima Komando Daerah Udara (Pangkodau) III Marsda TNI Dr. Azhar Aditama D., S.Sos., M.M., M.Han., mendampingi Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) III Letjen TNI Bambang Trisnohadi meninjau Bandara Korowai Batu, Distrik Yaniruma, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Senin (16/2/2026). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari langkah penguatan unsur Korps Pasukan Gerak Cepat (Korpasgat) guna memulihkan konektivitas udara (jembatan udara) di wilayah Papua.

Dalam kegiatan tersebut, Pangkodau III turut mendampingi Pangkogabwilhan III bersama Asops Kogabwilhan III Brigjen TNI Patar Mospa Natanael Sitorus dan Asops Kodau III Kolonel Pnb Sri Raharjo, menggunakan pesawat TNI AU CN-235 Skadron Udara 27 dengan captain pilot Komandan Skadron 27 Letkol Pnb Aldi. Rombongan bertolak dari Bandara Mozes Kilangin Timika menuju Bandara Korowai Batu Distrik Yaniruma Kab. Boven Digoel Papua Selatan.

Peninjauan dilaksanakan menyusul peristiwa pembunuhan dua pilot maskapai Smart Air di Bandara Korowai Batu beberapa hari sebelumnya, serta kondisi ruang udara yang belum sepenuhnya pulih dari gangguan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Situasi tersebut mengharuskan pesawat melaksanakan manuver pengelabuan sebelum berhasil masuk dan mendarat dengan aman di Bandara Korowai Batu.

Dalam kesempatan ini Pangkodau III mengatakan "Sebagai langkah pengamanan, dilakukan penebalan pasukan Korpasgat. Di lokasi juga telah terdapat personel Pasukan Rajawali serta personel unsur Brimob Satgas Damai Cartenz.

Penguatan ini bertujuan menjamin keamanan kawasan bandara sekaligus memulihkan operasional penerbangan di wilayah tersebut. Bandara Korowai Batu Kab Boven Digoel Papua Selatan memiliki fungsi yang strategis sebagai penghubung wilayah Papua Pegunungan dan Papua Selatan. Dampak insiden keamanan menyebabkan personel UPBU (Unit Penyelenggara Bandar Udara) dan pemandu lalu lintas udara mengungsi bersama masyarakat sekitar.

Dalam peninjaunnya, Panglima memeriksa kondisi pesawat Smart Air yang menjadi sasaran penembakan dan menemukan lebih dari 20 bekas tembakan di berbagai bagian badan pesawat, meski kelompok KKB tidak sempat membakarnya.

Selain menjamin keamanan perimeter dan kawasan keselamatan operasi penerbangan (KKOP), personel Korpasgat juga melaksanakan fungsi kebandarudaraan sebagai pengganti sementara unsur UPBU dan AirNav. Langkah ini merupakan bagian dari fungsi TNI sebagai pemulih, di mana secara bertahap kewenangan dan otoritas akan dikembalikan kepada pihak sipil setelah kondisi keamanan kondusif.

Penguatan di Korowai Batu Distrik Yaniruma Kab Boven Digoel juga merupakan tindak lanjut instruksi langsung Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., agar segera melaksanakan penebalan kekuatan pasukan serta menjamin keterhubungan lalu lintas udara sebagai urat nadi distribusi bahan makanan dan logistik di wilayah Papua.

Seluruh rangkaian kegiatan peninjauan dan penguatan pengamanan Bandara Korowai Batu berlangsung aman dan lancar, serta diharapkan mempercepat pemulihan jembatan udara di kawasan pedalaman Papua.