Pengunjung Website
Hari Ini: 9
Minggu Ini: 105
Bulan Ini: 299
Tahun Ini: 1,727
img thumbnail

Penempaan Mental dan Ketangguhan Prajurit Udara, Latihan Survival Dasar Bima Sakti XLVI A Resmi Ditutup di Karangkates

TNI AU. Malang. Komandan Depo Pemeliharaan (Dandepohar) 30 Kolonel Tek Sudi Andojo Bangkit menghadiri upacara penutupan Latihan Survival Dasar Bima Sakti XLVI A yang digelar di Bendungan Karangkates, Kecamatan Sumber Pucung, Kabupaten Malang, Rabu (21/1/2026). Kegiatan ini menjadi puncak dari rangkaian latihan yang sarat makna dalam membentuk prajurit TNI AU yang tangguh, adaptif, dan siap menghadapi berbagai situasi darurat.
Upacara penutupan latihan dipimpin oleh Komandan Grup 1 Angkut Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., selaku Inspektur Upacara. Penutupan tersebut menandai berakhirnya seluruh tahapan latihan yang telah dilaksanakan dengan aman, tertib, dan lancar, sekaligus menjadi momentum evaluasi atas kemampuan serta ketahanan fisik dan mental para peserta.
Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menegaskan bahwa Latihan Survival Dasar merupakan bagian yang sangat penting dalam pembinaan kesiapan operasional awak pesawat TNI Angkatan Udara. Latihan ini dirancang untuk membekali prajurit dengan kemampuan bertahan hidup sebagai bekal utama dalam menjalankan tugas di medan operasi yang penuh risiko dan tantangan.
Seluruh materi dan geladi medan yang diberikan disusun secara realistis guna memberikan pengalaman nyata kepada para peserta dalam menghadapi kondisi darurat di wilayah terbatas, dengan segala keterbatasan yang mungkin dihadapi di lapangan. Mulai dari teknik bertahan hidup, navigasi darat, hingga kerja sama tim, seluruh aspek dilatihkan secara terpadu dan berkesinambungan.
Kehadiran Kolonel Tek Sudi Andojo Bangkit pada upacara penutupan ini mencerminkan dukungan penuh jajaran Depohar 30 terhadap pembinaan sumber daya manusia TNI AU. Hal tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen pimpinan dalam memastikan setiap prajurit memiliki kesiapan profesional yang optimal, baik secara fisik, mental, maupun teknis.
Dengan berakhirnya Latihan Survival Dasar Bima Sakti XLVI A, diharapkan seluruh peserta mampu mengimplementasikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas ke depan. Latihan ini menjadi fondasi penting dalam mencetak prajurit udara yang tidak hanya andal di udara, tetapi juga tangguh dan sigap dalam menghadapi situasi darurat di medan operasi manapun. (Penkoharmatau).