Pengunjung Website
Hari Ini: 7
Minggu Ini: 31
Bulan Ini: 730
Tahun Ini: 2,158
img thumbnail

Pendidikan Standardisasi PSDP Khusus Penerbang TA 2026, resmi dibuka.

TNI AU. Komandan Pusat Pendidikan Kodiklatau Marsma TNI Sapuan, S.Sos., M.M., secara resmi membuka Pendidikan Standardisasi PSDP Khusus Penerbang Tahun Anggaran 2026 sebagai langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia penerbang yang profesional, terstandarisasi, disiplin, dan adaptif terhadap tuntutan tugas modern, Yogyakarta. Senin (30/3/26)

Dalam sambutannya, Danpusdik menegaskan bahwa pembukaan pendidikan ini merupakan tahapan penting dalam pembinaan personel, khususnya dalam membentuk perwira penerbang yang memiliki kualitas unggul dan siap menghadapi dinamika operasi udara. “Pendidikan standardisasi ini bukan sekadar proses pembelajaran, tetapi merupakan upaya menyelaraskan kemampuan, pengetahuan, keterampilan, serta sikap mental sebagai seorang penerbang militer,” tegasnya.

Lebih lanjut disampaikan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pendidikan penerbang kini mengalami transformasi signifikan dengan memanfaatkan berbagai inovasi modern. Mulai dari simulasi berbasis komputer, analisis data penerbangan, hingga sistem pembelajaran digital terintegrasi, seluruhnya menjadi bagian penting dalam meningkatkan efektivitas dan kualitas pendidikan.

Pendidikan ini bertujuan membentuk perwira penerbang yang siap dioperasionalkan di satuan masing-masing, dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai luhur prajurit berlandaskan Pancasila, Sapta Marga, dan Sumpah Prajurit. Selain itu, para siswa juga dibekali kemampuan teknis dan taktis di bidang penerbangan militer guna mendukung tugas pokok TNI Angkatan Udara.

Danpusdik juga menekankan pentingnya kesungguhan dan motivasi tinggi selama mengikuti pendidikan. Ia mengingatkan agar setiap siswa menjadikan seluruh materi, latihan, dan arahan instruktur sebagai bekal berharga dalam membentuk jati diri sebagai penerbang yang handal dan profesional.

Selama kurang lebih dua setengah bulan atau 12 minggu, para siswa akan menjalani tahapan pendidikan yang terstruktur, mulai dari bina kelas murni, bina kelas paralel, hingga bina terbang menggunakan pesawat latih GROB. Materi yang diberikan mencakup teori dasar penerbangan, pengenalan karakteristik pesawat, prosedur keselamatan terbang, hingga latihan praktik bersama instruktur.

Pada tahap lanjutan, siswa yang telah memenuhi standar kemampuan akan melaksanakan terbang solo sebagai indikator awal kemandirian dalam mengoperasikan pesawat udara. Selanjutnya, mereka akan menjalani latihan navigasi jarak jauh yang bertujuan meningkatkan kemampuan perencanaan penerbangan, ketepatan navigasi, pengambilan keputusan di udara, serta kesiapan mental sebagai calon penerbang militer.