Pengunjung Website
Hari Ini: 15
Minggu Ini: 15
Bulan Ini: 471
Tahun Ini: 2,646
img thumbnail

Panglima TNI Dorong Prajurit Sebarkan Konten Positif di Media Sosial

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengajak seluruh prajurit menjaga kehormatan institusi dengan menyampaikan hal-hal positif melalui media sosial.Pesan tersebut disampaikan dalam amanat upacara bendera bulanan yang dibacakan oleh Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han, di Lapangan Dirgantara, Senin (20/4/2026).

Dalam amanat tersebut, Panglima TNI menyoroti berbagai dinamika global yang turut memengaruhi kondisi nasional dan kinerja organisasi TNI. Ketegangan konflik Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang masih berlangsung memberikan dampak luas, termasuk terhadap stabilitas politik dan ekonomi. Selain itu, TNI juga kehilangan sejumlah prajurit terbaik yang bertugas di wilayah perbatasan Israel-Lebanon. 

Lebih lanjut disampaikan, Krisis energi global turut mendorong kebijakan efisiensi anggaran dan energi, termasuk penerapan kerja dari rumah ( WFH) setiap hari Jumat. Di tengah situasi tersebut, kesiapsiagaan dan kewaspadaan prajurit tetap harus dijaga di setiap wilayah tugas. 

Panglima TNI juga menyoroti masih adanya pelanggaran hukum yang melibatkan oknum prajurit. Hal tersebut dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi. Oleh karena itu, seluruh personel diminta meningkatkan kehati-hatian, menjunjung tinggi hukum, serta menjaga sikap dalam setiap tindakan.

Terkait penggunaan media sosial, prajurit dan PNS TNI diingatkan untuk bersikap bijak dan tidak mudah terpengaruh oleh hoaks maupun provokasi yang beredar. Media sosial dinilai menjadi ruang strategis yang dapat memperkuat atau justru merusak persatuan bangsa. Dalam konteks tersebut, prajurit diharapkan aktif menyampaikan informasi positif serta memberikan respons santun ketika institusi dirugikan oleh informasi yang tidak benar.

Menghadapi tantangan ke depan yang semakin kompleks, Panglima TNI menekankan pentingnya meningkatkan keimanan dan ketakwaan, serta berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI. Selain itu, prajurit diminta terus mengikuti perkembangan lingkungan strategis global, regional, dan nasional guna memperkuat kewaspadaan terhadap berbagai potensi ancaman. 

Seluruh prajurit juga diharapkan menjadi pelopor dalam mewujudkan TNI yang profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif di tengah dinamika perubahan yang terus berkembang.