Pengunjung Website
Hari Ini: 5
Minggu Ini: 5
Bulan Ini: 511
Tahun Ini: 4,147
img thumbnail

MTQ ke-37 Kalsel Resmi Dibuka, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Turut Hadir, Dukung Semangat Batola SATU serta Terwujudnya Masyarakat Religius dan Harmonis

TNI AU. Semarak syiar Islam dan semangat membumikan nilai-nilai Al-Qur'an mewarnai pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-37 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Lapangan 5 Desember Marabahan, Kabupaten Barito Kuala. Sabtu, (20/06/2026). Pada kesempatan tersebut, Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., turut hadir sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.

 

Mengusung tema “Membumikan Nilai-Nilai Al-Qur'an Dalam Kehidupan Sehari-hari Untuk Mewujudkan Batola SATU (Sejahtera, Agamis, Terpadu, Unggul)”, acara pembukaan MTQ tersebut ditandai dengan pemukulan bedug oleh Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin didampingi Bupati Barito Kuala, Dr. H. Bahrul Ilmi, S.H., M.H., yang turut disaksikan oleh unsur Forkopimda Kalsel, para kepala dinas dan pimpinan SKPD Kabupaten Barito Kuala, para ulama, tokoh masyarakat, dan dewan hakim MTQ serta para kafilah dari 13 kabupaten dan Kota Se-Kalimantan Selatan.

 

Penyelenggaraan MTQ Ke-37 Tingkat Provinsi Kalimantan Selatan merupakan agenda keagamaan yang memiliki nilai strategis dalam memperkuat syiar Islam, meningkatkan pemahaman, serta mengimplementasikan nilai-nilai Al-Qur'an dalam kehidupan bermasyarakat. Kegiatan ini juga menjadi wadah untuk melahirkan generasi Qur’ani yang berakhlak mulia serta memperkuat ukhuwah Islamiyah di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Selatan.

 

Kehadiran Danlanud Sam dalam kegiatan tersebut merupakan wujud dukungan TNI Angkatan Udara terhadap pembinaan kehidupan beragama serta sinergi bersama pemerintah daerah dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, agamis, terpadu, dan unggul sesuai dengan semangat Batola SATU. Melalui pelaksanaan MTQ ini, diharapkan dapat mendorong terwujudnya masyarakat yang religius, berkarakter, dan harmonis, sekaligus mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan. Selain menjadi ajang kompetisi seni baca Al-Qur'an, MTQ juga menjadi sarana mempererat tali silaturahmi antar peserta, dewan hakim, serta masyarakat dari berbagai daerah di Kalimantan Selatan.