TNI AU. Bandung. Guna mempertahankan kondisi fisik sekaligus nilai historisnya, dua monumen Senjata Penangkis Serangan Udara (PSU) yang berdiri megah di Markas Komando Koharmatau, Bandung, kembali menjalani perawatan dan pemeliharaan, Selasa (20/01/2026). Langkah ini menjadi wujud nyata komitmen Koharmatau dalam menjaga warisan alutsista bersejarah TNI Angkatan Udara.
Dua monumen PSU tersebut bukan sekadar pajangan, melainkan simbol kekuatan pertahanan udara Indonesia pada masanya. Senjata-senjata ini pernah menjadi garda terdepan dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari berbagai ancaman, sekaligus saksi bisu perjalanan panjang sejarah perjuangan bangsa.
Monumen pertama adalah Triple Gun 20 MM jenis HSS 804 buatan Hispano Suiza (Swiss) tahun 1958. Senjata ini memiliki jarak jangkau efektif hingga 800 meter dan dioperasikan oleh TNI AU pada kurun waktu 1962–1976. Dalam masa pengabdiannya, Triple Gun 20 MM terlibat langsung dalam operasi-operasi besar, di antaranya Operasi Trikora, Operasi Dwikora, dan Operasi Seroja.
Sementara itu, monumen kedua adalah Alla Gun 30 MM jenis Canon HSS 831, juga buatan Hispano Suiza (Swiss) tahun 1958. Dengan jarak jangkau efektif mencapai 850 meter, senjata ini menjadi salah satu andalan pertahanan udara pada era yang sama. Alla Gun 30 MM turut ambil bagian dalam berbagai operasi strategis nasional, termasuk Trikora, Dwikora, dan Seroja.
Kedua senjata PSU tersebut dipasang di sisi kiri dan kanan Mako Koharmatau, seolah menjadi penjaga simbolis markas kebanggaan TNI AU. Penempatan ini bukan tanpa makna, melainkan sebagai pengingat akan kesiapsiagaan, profesionalisme, dan dedikasi para prajurit udara dalam menjaga langit Indonesia.
Perawatan dan pemeliharaan monumen dilakukan secara berkala agar kondisi fisik tetap terjaga, aman, dan layak dipamerkan. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempertahankan nilai estetika serta mencegah kerusakan akibat faktor cuaca dan usia material.
Ke depan, dua monumen Senjata PSU ini akan terus dirawat sebagai sarana edukasi bagi generasi muda dan seluruh prajurit. Melalui monumen ini, diharapkan tumbuh kesadaran bahwa keutuhan NKRI hingga saat ini tidak terlepas dari peran alutsista yang andal dan ditakuti pada masanya, serta semangat juang para pendahulu yang tak pernah pudar dalam menjaga kedaulatan bangsa.
(Penkoharmatau)


-1122577-1080.webp)
-1122577-1080.webp)

-1122577-1080.webp)
