Pengunjung Website
Hari Ini: 16
Minggu Ini: 90
Bulan Ini: 114
Tahun Ini: 7,432
img thumbnail

Misi Langit Basah Banjarbaru: Lanud Sam Gerakkan Operasi Modifikasi Cuaca Atasi Karhutla

TNI AU. Langit Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah mendadak menjadi arena operasi udara yang sibuk pada Sabtu (31/10/2026). Berangkat dari Apron Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru, Lanud Sjamsudin Noor mengerahkan Satgas Militer Udara Siaga Darurat demi satu misi krusial, memancing turunnya curahan hujan guna memadamkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) serta mengatasi kekeringan ekstrem.

Tak tanggung-tanggung, alutsista handal milik TNI AU diterjunkan langsung ke udara. Pesawat pertama, NC-212 dengan registrasi A-2107 yang diawaki Letkol Pnb Wanto Nur Abadi, langsung tancap gas dalam dua sorti penerbangan. Di sorti pertama, 800 Kg garam (NaCl) ditabur di atas Tanah Laut, Tanah Bumbu, dan Kabupaten Banjar. Tak lama berselang, sorti kedua menyusul di langit Pulang Pisau dan Kapuas dengan sebaran 625 Kg bahan semai.

Langkah taktis ini langsung disusul oleh armada kedua, yakni pesawat NC-212 berregistrasi A-2105 di bawah kendali Mayor Pnb Adam Nur Fadli. Mengudara di ketinggian hingga 11.000 feet, pesawat ini menebarkan total 1.600 Kg NaCl ke kantong-kantong awan potensial di atas Palangkaraya, Tanah Laut, serta Tanah Bumbu demi mempercepat jatuhnya titik-titik air hujan ke bumi.

Sebagai tulang punggung dengan daya angkut lebih besar, pesawat CN-295 registrasi A-2904 yang dipiloti Mayor Pnb Agung Hari Wibowo turut membelah awan. Membawa muatan berat berupa 2.000 Kg NaCl, pesawat ini terbang taktis di atas wilayah Katingan dan Palangkaraya untuk memastikan uap air terkondensasi maksimal menjadi curahan hujan lebat.

Sebagai penutup rangkaian operasi hari ini, pesawat NC-212i berregistrasi A-2119 yang dipiloti Kapten Pnb Edwin Aldrin turut menyumbang sebaran 800 Kg bahan semai di kawasan Pangkalan Bun dan Duane. Secara keseluruhan, ribuan kilogram garam berhasil dilepaskan ke atmosfer demi memaksimalkan keberhasilan hujan buatan.

Sementara itu, Komandan Lanud Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa pengerahan Satgas Militer Udara melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) ini merupakan wujud nyata tanggung jawab moral TNI Angkatan Udara dalam membantu pemerintah daerah menanggulangi bencana Karhutla serta mengatasi kekeringan ekstrem secara cepat dan terukur.

"Untuk mendukung pemerintah, Kami mengerahkan seluruh potensi alutsista dan crew terbaik untuk memastikan awan potensial di langit Kalimantan segera berubah menjadi curahan hujan yang efektif memadamkan titik-titik api Karhutla."ujar Danlanud.

Seluruh rangkaian misi penebaran garam ini tuntas tanpa hambatan. Dukungan penuh dari unsur penerbang, navigasi, hingga crew darat memastikan operasi berjalan aman, lancar, dan terkendali, membawa harapan besar bagi pulihnya kelembapan tanah serta padamnya titik-titik api Karhutla di tanah Kalimantan.