TNI AU. Pangkalan TNI AU (Lanud) Sjamsudin Noor (Sam) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung kebijakan pemerintah menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Melalui Satgas Udara Siaga Bencana Penanganan Karhutla, Lanud Sam memfasilitasi penerbangan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah, guna menekan potensi titik api serta memicu terjadinya hujan buatan di kawasan rawan bencana. Kegiatan ini dilaksanakan terpusat di Apron Bandara Internasional Sjamsudin Noor,Banjarbaru (2/11/2025).
Penerbangan sorti pertama dilaksanakan menggunakan pesawat type NC-212 . Pesawat lepas landas (ATD) pukul 12.08 WITA dan mendarat (ATA) pukul 14.16 WITA. Dalam durasi penerbangan 2 jam 8 menit ini, membawa muatan NaCl untuk menyemai daerah Kotabaru.
Selanjutnya, armada kedua dengan pesawat type NC-212 , pesawat mengudara pukul 12.12 WITA dan mendarat pukul 13.39 WITA setelah menempuh waktu terbang 1 jam 27 menit. Misi ini sukses menabur bahan semai NaCl di atas langit Kotim dan Katingan.
Misi penyemaian kapasitas lebih besar diperkuat oleh pesawat ketiga yakni CN-295. Terbang selama 1 jam 59 menit dari pukul 13.21 WITA hingga 15.20 WITA, armada ini sukses menyebar sejumlah besar NaCl di daerah Seruyan dan Kotim.
Tak kalah krusial, pesawat keempat menggunakan jenis C-130 Hercules. Pesawat C-130 ini dikerahkan secara khusus untuk mengguyur daerah Palangkaraya dan Lamandau dengan bahan semai NaCl , sekaligus menyempurnakan rangkaian operasi udara lintas wilayah ini.
Sementara itu, saat memantau jalannya misi penerbangan, Komandan Lanud (Danlanud) Sjamsudin Noor, Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa jajarannya senantiasa siap dan siaga mengerahkan seluruh sumber daya yang ada demi membantu pemerintah daerah dalam mengatasi darurat bencana asap dan Karhutla.
"Operasi Modifikasi Cuaca ini merupakan langkah preventif yang sangat krusial dan strategis untuk membasahi lahan-lahan gambut yang kering serta memadamkan titik-titik api yang sulit dijangkau melalui darat. Kami akan terus memberikan dukungan penuh demi keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan di wilayah Kalimantan,"ujar Danlanud Sam.
Melalui keberhasilan seluruh rangkaian penerbangan ini, penyemaian ribuan kilogram bahan semai NaCl secara berkala diharapkan mampu mengoptimalkan potensi awan hujan di kawasan rawan Karhutla. Lanud Sjamsudin Noor bersama Satgas Udara berkomitmen untuk terus memantau dinamika cuaca dan bersiap melakukan pergerakan armada susulan guna memastikan stabilitas lingkungan serta kebebasan udara Kalimantan dari ancaman bencana kabut asap.


