Pengunjung Website
Hari Ini: 21
Minggu Ini: 98
Bulan Ini: 530
Tahun Ini: 530
img thumbnail

Mantapkan Pembinaan Rohani, Lanud RSN Gelar Kajian Dhuha Rutin Usai Apel Pagi

TNI AU. Pekanbaru. Usai melaksanakan apel pagi gabungan, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, M.M.Pol., M.M.O.A.S., bersama seluruh personel Lanud Roesmin Nurjadin yang beragama Islam mengikuti kegiatan Kajian Dhuha rutin yang diselenggarakan setiap Rabu pagi (21/1/2026) di Masjid Amrullah. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan rohani untuk membentuk prajurit dan aparatur sipil negara yang beriman, bertakwa, serta memiliki integritas dan tanggung jawab moral dalam setiap pelaksanaan tugas.

Kajian Dhuha kali ini disampaikan oleh Ustadz Dr. Rodi Wahyudi, S.Sos., M.Soc.Sc., yang mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa memanfaatkan kesempatan hidup yang masih diberikan Allah SWT dengan memperbanyak amal kebaikan serta meningkatkan kedekatan kepada-Nya. Ia menegaskan bahwa kehidupan dunia merupakan ladang amal yang kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

Dalam tausiahnya, Ustadz Dr. Rodi Wahyudi menekankan pentingnya kehati-hatian dalam persoalan hutang yang sering kali dianggap ringan. Ia mengingatkan bahwa hutang memiliki konsekuensi besar dan dapat menjadi beban di akhirat apabila tidak diselesaikan. “Jangan pernah menganggap remeh masalah hutang, karena hutang bukan perkara kecil di sisi Allah SWT. Salah satu dosa besar yang tetap dibawa seorang hamba hingga akhir hayatnya adalah hutang yang belum dilunasi,” ujarnya mengutip Hadist riwayat Abu Dawud.

Lebih lanjut disampaikan bahwa meskipun mati syahid merupakan amalan yang sangat mulia dan dapat menghapus dosa, namun hutang tetap menjadi tanggungan hingga dilunasi. Ia juga menegaskan Hadist riwayat Imam Bukhari yang menyebutkan bahwa Allah SWT akan memudahkan urusan seseorang yang berhutang dengan niat tulus untuk melunasinya, sedangkan hutang tanpa itikad baik akan menjadi beban berat bagi seorang mukmin.

Sejalan dengan isi kajian tersebut, Komandan Lanud Roesmin Nurjadin dalam pernyataannya menegaskan pentingnya kejujuran, tanggung jawab, dan kesungguhan niat dalam menjalani kehidupan, baik sebagai prajurit maupun sebagai pribadi. “Nilai-nilai yang disampaikan dalam kajian ini mengajarkan kita untuk hidup bertanggung jawab, termasuk dalam urusan amanah dan hutang-piutang. Jika setiap personel memiliki niat yang lurus, kejujuran, serta selalu berprasangka baik kepada Allah SWT, insyaAllah tugas kedinasan dapat dijalankan dengan lebih tenang, profesional, dan penuh integritas,” tegasnya.