Pengunjung Website
Hari Ini: 17
Minggu Ini: 114
Bulan Ini: 743
Tahun Ini: 5,102
img thumbnail

Malam Sambung Rasa Hari Bakti ke-79 TNI AU, Teladani Patriotisme Para Pendahulu untuk Indonesia Maju

TNI AU.  Komandan Lanud Adisutjipto Marsma TNI Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han., didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 8/D.II Lanud Adisutjipto, Ny. Mia Toto Ginanto, menghadiri Malam Sambung Rasa dalam rangka Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara yang diselenggarakan di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla), YogyakarRasa dalam rangka Hari Bakti ke-79 TNI Angkatan Udara yang diselenggarakan di Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala (Muspusdirla), Yogyakarta, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan Malam Sambung Rasa merupakan salah satu rangkaian peringatan Hari Bakti ke-79 TNI AU sebagai bentuk penghormatan dan penghargaan kepada para pahlawan serta sesepuh TNI Angkatan Udara yang telah meletakkan dasar perjuangan dan pengabdian bagi kejayaan TNI AU.
Dalam sambutannya, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI Tonny Harjono, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Malam Sambung Rasa menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara para sesepuh TNI AU dengan generasi penerus, sekaligus menanamkan nilai-nilai pengabdian, loyalitas, dan semangat juang yang telah diwariskan oleh para senior dalam mengabdi kepada bangsa dan negara.
Kasau menegaskan bahwa penghormatan kepada para pendahulu merupakan wujud apresiasi atas jasa dan pengorbanan mereka dalam membangun kekuatan udara Indonesia. Nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh prajurit TNI AU untuk terus membawa Angkatan Udara semakin profesional, modern, unggul, dan disegani.
Sementara itu, Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim dalam wejangan yang disampaikannya mengingatkan bahwa kerendahan hati merupakan kunci utama bagi setiap prajurit agar tidak pernah berhenti belajar, baik dari pengalaman maupun dari sesama rekan tanpa memandang pangkat dan jabatan.
Menurutnya, pangkat, jabatan, dan masa dinas pada akhirnya akan berakhir, namun Jiwa Dirgantara harus tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya. Menjaga langit Indonesia bukan sekadar menjalankan profesi, tetapi merupakan wujud pengabdian demi kehormatan bangsa dan negara. Warisan nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting bagi generasi penerus untuk membawa TNI Angkatan Udara terbang semakin tinggi dalam menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum PIA Ardhya Garini, Wakasau beserta ibu, Pangkoopsudnas beserta ibu, Dankodiklatau beserta ibu,Pangkoops Udara Nasional,Pangkorpasgat beserta ibu, Pangkoopsau beserta ibu, Pangkodau I, Pangkodau II, Pangkodau III,, mantan Kasau Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim, para Asisten Kasau dan pejabat Mabesau, Gubernur AAU beserta ibu, Karumkit Pusat TNI AU dr. S. Hardjolukito beserta ibu, para pejabat List A AAU, para pejabat List A Lanud Adisutjipto, Taruna dan Taruni AAU, serta undangan lainnya.