TNI AU. Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai pelaksanaan lokakarya Perwira Siswa (Pasis) Seskoau Angkatan ke-64 yang mengangkat tema “Transformasi TNI Angkatan Udara Menuju Multi-Domain Operations Guna Menghadapi Era Perang Modern.” Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Komandan Seskoau Marsda TNI Dr. Jorry S. Koloay, S.I.P., M.Han., yang memberikan motivasi sekaligus membuka ruang pemikiran bagi para Pasis.
Dalam sambutannya, Danseskoau menyampaikan bahwa tantangan ke depan tidak lagi sederhana. Perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga spektrum ancaman yang semakin luas menuntut TNI Angkatan Udara untuk terus berbenah dan bertransformasi. Menurutnya, konsep Multi-Domain Operations bukan sekadar istilah, tetapi sebuah kebutuhan nyata agar kekuatan udara mampu berkolaborasi dan terintegrasi dengan seluruh matra serta domain lainnya.
“Kita harus menyiapkan diri, bukan hanya dengan alutsista yang modern, tetapi juga dengan pola pikir yang terbuka, adaptif, dan kolaboratif,” ujarnya kepada para Pasis. Lokakarya ini menghadirkan para narasumber dari berbagai latar belakang yang memberikan perspektif yang amat luas.
•Kepala Dinas Hukum TNI Angkatan Udara, Agus Pramono, mengajak peserta memahami pentingnya landasan hukum dalam setiap operasi militer, terutama di tengah kompleksitas konflik modern yang kerap melibatkan ruang siber dan hukum internasional.
•Kabid OMU Puskodal Koopsudnas, Kolonel Nav Sudaryanto, menekankan peran vital sistem komando dan pengendalian dalam memastikan setiap unsur operasi udara berjalan selaras dan terkoordinasi.
•EVP Standard and Security AirNav Indonesia, Veranty, membagikan pandangan tentang pentingnya standar keselamatan dan keamanan navigasi penerbangan sebagai fondasi keandalan operasi udara nasional.
•Direktur PT Infoglobal Teknologi Semesta, J. Adi Sasongko, memaparkan bagaimana perkembangan teknologi, sistem C4ISR, serta kecerdasan buatan dapat menjadi pengungkit keunggulan dalam skema Multi-Domain Operations.
Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para Pasis tidak hanya menyimak paparan, tetapi juga aktif berdialog, bertukar gagasan, dan mengaitkan materi dengan pengalaman tugas di lapangan. Dari forum tersebut, tumbuh kesadaran bersama bahwa transformasi tidak hanya berbicara tentang sistem dan teknologi, tetapi juga tentang kesiapan sumber daya manusia. Melalui lokakarya ini, Seskoau kembali menegaskan perannya sebagai kawah candradimuka para calon pemimpin TNI Angkatan Udara, pemimpin yang tidak hanya tangguh secara militer, tetapi juga visioner, kolaboratif, dan siap membawa TNI AU menghadapi era perang modern dengan percaya diri dan profesionalisme.




