Pengunjung Website
Hari Ini: 3
Minggu Ini: 77
Bulan Ini: 480
Tahun Ini: 3,375
img thumbnail

Lima Peran Pemimpin Jadi Fondasi Koharmatau, Dankoharmatau Tekankan Kepemimpinan Humanis dan Bertanggung Jawab

TNI AU. Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau) Marsekal Peryama TNI  Rudolf P. Buulolo, S.E., M.M., memimpin kegiatan Entry Briefing yang berlangsung di Gedung Budiardjo, Mako Koharmatau, Bandung, Selasa (19/05/2026). Dalam arahannya kepada seluruh jajaran, Dankoharmatau menegaskan pentingnya membangun kepemimpinan yang kuat, humanis, serta bertanggung jawab dalam menjawab tantangan tugas pemeliharaan alutsista TNI AU yang semakin kompleks dan dinamis.

Pada kesempatan tersebut, Dankoharmatau menyampaikan lima pokok penekanan penting, mulai dari mandat dan kebijakan strategis, tantangan organisasi, refleksi kepemimpinan, hingga safety policy dan tata kelola pemerintahan. Menurutnya, amanah jabatan bukan sekadar simbol kedudukan, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijaga dan dijalankan dengan penuh integritas demi kepentingan organisasi serta keberhasilan pelaksanaan tugas TNI AU.

Dalam penekanannya, Marsma TNI Rudolf P. Buulolo mengingatkan bahwa seorang pemimpin harus memahami lima peran utama yang wajib diterapkan dalam kehidupan organisasi militer, yakni sebagai Leader, Commander, Manager, Teacher, dan Father. Kelima peran tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam membangun kepemimpinan yang profesional sekaligus mampu melahirkan prajurit yang solid, loyal, dan berkualitas.

Sebagai Leader, Dankoharmatau menekankan bahwa seorang komandan harus selalu hadir di garis terdepan dalam setiap situasi, termasuk ketika menghadapi permasalahan yang melibatkan anak buah. Pemimpin, menurutnya, tidak boleh melepaskan tanggung jawab, tetapi harus mampu menjadi teladan, memberikan arah yang jelas, membimbing, serta melindungi anggotanya. Kepemimpinan sejati bukan hanya soal memberi perintah, namun juga keberanian mengambil tanggung jawab atas setiap keputusan yang diambil.

Selain itu, sebagai Commander, Dankoharmatau menegaskan bahwa organisasi militer berjalan berdasarkan komando yang harus dilaksanakan dengan penuh loyalitas dan disiplin. Namun demikian, komunikasi tetap menjadi bagian penting dalam penyempurnaan pelaksanaan tugas di lapangan. Sementara dalam peran sebagai Manager, seorang komandan dituntut mampu mengelola seluruh sumber daya organisasi secara efektif, mulai dari program kerja hingga pencapaian sasaran strategis satuan.

Tidak kalah penting, peran sebagai Teacher dan Father juga menjadi penekanan utama dalam arahannya. Seorang komandan harus mampu menjadi guru yang mendidik, membimbing, serta mentransfer ilmu dan pengalaman kepada generasi penerus. Di sisi lain, komandan juga dituntut menjadi figur seorang bapak yang mengayomi, memahami kondisi anggota, serta mampu menghadirkan rasa keadilan berdasarkan manfaat dan kebutuhan, bukan sekadar kesamaan nominal ataupun perlakuan yang berpukul rata.

Kegiatan Entry Briefing yang dilaksanakan secara daring dan luring tersebut diikuti oleh Wadan Koharmatau, Ir Koharmatau, para pejabat utama, para Dandepohar, para perwira, Dansathar, Danskatek, serta perwakilan anggota jajaran Koharmatau. Melalui pengarahan ini, Dankoharmatau berharap seluruh personel mampu menyamakan persepsi, memperkuat soliditas, dan membangun budaya kerja yang profesional demi mendukung kesiapan operasional serta keberhasilan tugas TNI Angkatan Udara di masa mendatang.