TNI AU. Boyolali-Lanud Smo. Memasuki hari ketiga Latihan Berganda (Latganda) Siswa Sekolah Pertama Bintara Prajurit Karir (Semaba PK) Pria TNI AU A-55 Skadron Pendidikan (Skadik) 402 Wing Pendidikan (Wingdik) 400/Matukjur Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo praktek Ilmu Medan Peta dan Kompas (IMPK) di wilayah Kabupaten Boyolali, Kamis (7/8/2025).
IMPK merupakan salah satu ilmu navigasi dengan mengenali medan sekitar untuk menentukan posisi diri di suatu tempat. Teknik IMPK biasanya menggunakan alat alat navigasi seperti kompas dan peta.
Pada latihan IMPK ini dibagai menjadi dua bagian yakni latihan kompas dan baca peta yang dibagi menjadi 18 regu. Untuk bidik kompas dengan jarak tempuh kurang lebih 5 km dengan titik star jalan perkutut Desa Sumber Simo, batas gerak maju sepanjang jalan Simo Klego Desa Tanjung, batas kanan Wates, Seretan, Ngasinan, Senplak dan batas kiri Jetis, Milikan, Jeling, Dawungrejo, Pule, Kemol. Sedangkan untuk baca peta para siswa Semaba PK Pria TNI AU A-55 menempuh jarak kurang lebih 5 km dengan titik start dari balai desa gumukrejo dengan melalui enam pos yakni pos 1 perempatan tanjung, pos 2 tugu semar pertigaan Karangnongko, pos 3 pertigaan Selogan Jaten, pos 4 pertigaan Rejosari, pos 5 pertigaan Serangan dan pos 6 pertigaan Sawah.
Pengetahuan tentang ilmu medan merupakan salah satu kemampuan dasar yang harus dimiliki oleh seorang Prajurit. Pengetahuan penguasaan medan bagi seorang prajurit merupakan unsur yang sangat penting dan wajib dikuasai. Penguasaan pengetahuan Ilmu Medan juga diperlukan tidak hanya untuk usaha-usaha pencarian lokasi musuh tetapi juga sebagai upaya evakuasi pencarian korban kecelakaan atau pelaksanaan tugas SAR. Pengetahuan Ilmu Medan merupakan kemampuan yang wajib dimiliki oleh setiap prajurit TNI dalam mencapai target dan tujuan tertentu dalam kegiatan tugas-tugas operasi disatuannya kelak. (Pen Lanud Smo).