TNI AU. Lanud Sutan Sjahrir melaksanakan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1446 H yang dipimpin oleh Ustadz Hifzan Fikri sebagai Imam dan Khatib. Acara ini turut dihadiri oleh Komandan Lanud Sutan Sjahrir, Kolonel Nav Sani Salman Nuryadin, Ketua PIA Ardhya Garini Cab.14/D.I Lanud SUT, Ibu Nonon Sani Salman Nuryadin, Personel Lanud SUT serta masyarakat Kota Padang. Kegiatan ini berlangsung di Apron Mako Lanud Sutan Sjahrir, Padang, pada Senin (31/3/2025).
Dalam sambutannya, Komandan Lanud SUT menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh jamaah yang hadir.
Minal Aidin Walfaizin, Taqabbalallahu Minna Wa Minkum. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah kepada seluruh hadirin Jamaah Sholat Idul Fitri 1446 H.
Beliau juga menekankan pentingnya kembali kepada fitrah setelah menjalani bulan Ramadan.
"Dengan kembali ke fitrah, diharapkan kita dapat kembali kepada kebersihan hati, berprasangka baik sebagai pondasi untuk terus menebarkan cinta kasih, perdamaian, dan juga kerukunan antar seluruh unsur masyarakat. Bulan Ramadan yang baru saja kita jalani semoga menjadi sarana untuk menempa diri, sehingga dengan kembali fitrah, kita semua menjadi insan yang lebih baik dari segi keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, serta dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara." ujar Danlanud SUT.
Dalam khutbahnya, Ustadz Hifzan Fikri menyampaikan harapan agar ibadah Idul Fitri tahun ini diterima oleh Allah SWT.
"Hari ini kita berada di 1 Syawal, bulan yang penuh dengan keberkahan. Setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh, kini saatnya kita kembali kepada fitrah, yakni kembali kepada kesucian hati dan jiwa. Marilah kita buka seluas-luasnya pintu maaf yang mungkin telah lama tertutup, kita bersihkan hati dari rasa dendam, benci, dan permusuhan. Dengan demikian, kita dapat mempererat ukhuwah Islamiyah dan memperkokoh persaudaraan di antara sesama umat manusia."
Lebih lanjut, Ustadz Hifzan Fikri mengingatkan tentang makna Idul Fitri yang sejati.
"Idul Fitri bukan sekadar perayaan, melainkan momentum untuk memperbaiki diri dan meningkatkan ketakwaan. Ramadan telah melatih kita untuk menahan diri dari hawa nafsu, mengendalikan amarah, dan meningkatkan ibadah. Oleh karena itu, setelah Ramadan berlalu, hendaknya kita tetap menjaga nilai-nilai kebaikan yang telah kita latih selama bulan suci. Jangan sampai setelah Ramadan, kita kembali kepada kebiasaan buruk dan melupakan amalan yang telah kita tingkatkan."
Semoga momen Idul Fitri ini membawa keberkahan bagi seluruh umat Islam dan menjadikan kita insan yang lebih baik dalam beribadah dan bermasyarakat.









