Pengunjung Website
Hari Ini: 7
Minggu Ini: 31
Bulan Ini: 468
Tahun Ini: 7,034
img thumbnail

Lanud Dhomber Kerahkan Dua Mobil Damkar untuk Tekan Dampak Kabut Asap di Balikpapan

TNI AU. Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Dhomber Balikpapan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran (damkar) untuk melakukan penyemprotan air dengan metode water mist di sejumlah ruas jalan di Kota Balikpapan. Kegiatan ini dilakukan untuk membantu pemerintah daerah mengurangi dampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama terhadap kesehatan masyarakat.

Penyemprotan dilaksanakan pada pagi hari mulai pukul 05.30 WITA, saat aktivitas dan mobilitas masyarakat mulai meningkat. Dua unit mobil damkar dikerahkan melalui dua rute berbeda untuk menjangkau sejumlah ruas jalan di Kota Balikpapan.

Komandan Tim Water Mist Lanud Dhomber, Mayor Kes dr. Tony Baskoro, yang juga menjabat Kepala Rumah Sakit (Karumkit) Lanud Dhomber, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan TNI AU terhadap upaya Pemerintah Kota Balikpapan dalam menangani dampak kabut asap akibat karhutla. Ia menyampaikan hal itu mewakili Komandan Lanud Dhomber, Kolonel Pnb I Gusti Ngurah Sorga Laksana, M.Han.

“Tujuan dari tim water mist Lanud Dhomber ini adalah melaksanakan penyemprotan water mist atau embun pada pagi hari. Kegiatan ini dilaksanakan dengan mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran untuk membantu Pemerintah Kota Balikpapan dalam menangani dampak karhutla,” ujarnya.

Tony menjelaskan, kabut asap yang menyelimuti Balikpapan dalam beberapa waktu terakhir cukup tebal dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat. Menurut dia, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian, terutama ketika kualitas udara mengalami penurunan.

Ia menyebutkan, indeks kualitas udara atau Air Quality Index (AQI) dalam beberapa waktu terakhir berada di atas angka 100. Kondisi ini menjadi perhatian karena penurunan kualitas udara dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

“Diharapkan dengan penyemprotan water mist ini dapat membantu masyarakat dalam beraktivitas sehari-hari,” katanya.

Tony menambahkan, waktu pelaksanaan penyemprotan dipilih pada pagi hari karena bertepatan dengan meningkatnya mobilitas warga, khususnya masyarakat yang berangkat bekerja dan menjalankan aktivitas lainnya.

Dalam pelaksanaannya, Lanud Dhomber hanya menggunakan air bersih tanpa tambahan bahan kimia. Penyemprotan ini diharapkan dapat membantu menekan keberadaan partikel polutan di udara, termasuk partikel halus PM2.5 yang berisiko masuk ke saluran pernapasan.

“Untuk water mist ini, kita hanya menggunakan air bersih. Tujuannya agar embun ini dapat mengikat zat polutan atau PM2.5,” jelasnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar mewaspadai paparan polutan di udara, terutama bagi mereka yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid, seperti penyakit paru kronis dan asma.

Lebih lanjut, Tony mengatakan bahwa kegiatan penyemprotan akan dievaluasi setiap hari berdasarkan perkembangan indeks kualitas udara. Lanud Dhomber akan melanjutkan kegiatan tersebut selama kondisi kualitas udara masih memerlukan penanganan.

“Penyemprotan water mist ini akan dilaksanakan sampai indeks kualitas udara membaik. Kita akan evaluasi setiap hari. Jika indeks kualitas udara sudah di bawah 50 atau sudah baik, kita akan hentikan. Namun, selama indeks kualitas udara masih tinggi, kita akan tetap melaksanakannya,” pungkasnya.