TNI AU. Komandan Lanud Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han., melalui Komandan Satuan Polisi Militer Angkatan Udara (Satpomau) Lanud Adi Soemarmo Letkol Pom Doni Faliandra Gafur, memberikan pembekalan kepada personel bujangan Lanud Adi Soemarmo terkait pola pembinaan prajurit serta pencegahan tindakan berlebihan dalam pelaksanaan pembinaan, Selasa (22/9/2026).
Dalam pembekalan tersebut, Dansatpomau menyampaikan penekanan Komandan Lanud Adi Soemarmo bahwa tidak ada toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran berat, khususnya tindakan dalam pembinaan prajurit yang melampaui batas hukum dan ketentuan yang berlaku. Setiap tindakan berlebihan akan diproses secara tegas sesuai dengan hukum dan aturan militer yang berlaku.
Lebih lanjut, Dansatpomau mengajak seluruh personel bujangan untuk bersama-sama membangun tradisi satuan yang sehat, profesional, terukur, dan disegani. Kekompakan dan loyalitas harus senantiasa dijaga serta diarahkan untuk memperkuat keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam kesempatan tersebut disampaikan bahwa jiwa korsa harus dibangun atas dasar rasa hormat, kepedulian, dan tanggung jawab antara senior dan junior, serta kesetiaan kepada negara. Jiwa korsa hendaknya menjadi kekuatan yang membangun soliditas dan kebersamaan, bukan menjadi alasan untuk melakukan tindakan yang dapat merendahkan atau merugikan sesama prajurit.
Sebelum mengakhiri pembekalan, Dansatpomau mengingatkan seluruh personel agar tidak mencampuradukkan pembinaan kedisiplinan dengan pelampiasan emosi pribadi kepada junior. Kekerasan fisik yang tidak terukur, penganiayaan berkedok tradisi, maupun tindakan yang merendahkan martabat junior tidak memiliki tempat dalam organisasi militer modern.
“Tindakan berlebihan semacam itu tidak akan melahirkan prajurit yang setia, melainkan justru dapat merusak fisik, mematahkan mental prajurit, serta berdampak pada kesiapan tempur prajurit TNI,” tegasnya.
Melalui pembekalan tersebut, diharapkan seluruh personel bujangan Lanud Adi Soemarmo memiliki pemahaman yang baik mengenai batas-batas pembinaan yang sesuai dengan hukum dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, personel diharapkan mampu turut menciptakan lingkungan satuan yang disiplin, profesional, humanis, saling menghormati, serta menjunjung tinggi kehormatan dan martabat prajurit.


