TNI AU. 6 Perwakilan personel Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Koharmatau) mengikuti Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 yang digelar di Skadik 301, Lanud Husein Sastranegara, Bandung, Senin (17/8/2026). Upacara berlangsung khidmat dengan Danskadik 301 Danang Purnomo, S.T., M.I.Pol., bertindak sebagai Inspektur Upacara (Irup), sedangkan Kapten Tek Rusdiana dipercaya sebagai Komandan Upacara (Danup). Peringatan mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” sebagai refleksi tekad seluruh komponen bangsa dalam melanjutkan perjuangan dan mengisi kemerdekaan.
Dalam amanat Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si., yang dibacakan Danskadik 301, ditegaskan bahwa kemerdekaan yang diraih melalui pengorbanan darah, keringat, dan air mata harus dijaga dengan pelaksanaan tugas yang profesional, disiplin, dan nyata. TNI memiliki peran sentral dalam memastikan kedaulatan, keamanan, serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia tetap terjaga. Di tengah dinamika lingkungan strategis global yang ditandai kontestasi geopolitik, konflik kawasan, perang siber, perang informasi, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan, TNI dituntut mampu mendeteksi, mencegah, dan menghadapi setiap bentuk ancaman terhadap bangsa dan negara.
Sejalan dengan tema kemerdekaan, TNI harus mampu menghadirkan Indonesia yang adil dan makmur melalui pengabdian yang memberikan rasa aman kepada seluruh rakyat. Penegakan aturan, pencegahan berbagai bentuk pelanggaran, pelaksanaan Operasi Militer Selain Perang (OMSP), dukungan terhadap program strategis nasional, serta penguatan ketahanan pangan dan energi menjadi bagian penting dari kontribusi TNI. Kondisi keamanan yang stabil dan kondusif diyakini akan menjadi fondasi bagi bergeraknya roda perekonomian nasional menuju cita-cita Indonesia Makmur.
Panglima TNI juga menekankan bahwa kekuatan TNI tidak semata-mata diukur dari modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (Alpalhankam), tetapi terutama dari kehormatan, integritas, dan disiplin setiap prajurit dan ASN TNI. Seluruh personel diminta menjauhi berbagai bentuk pelanggaran hukum dan disiplin, termasuk judi online, narkoba, desersi, penyalahgunaan wewenang, maupun tindakan indisipliner. Jiwa korsa harus dimaknai sebagai kekuatan untuk membangun kekompakan dan saling mengingatkan, bukan sebagai alasan untuk melindungi pelanggaran. Soliditas Tri Matra TNI, sinergi dengan Polri, serta kemanunggalan dengan seluruh komponen bangsa harus terus diperkuat guna menjaga kepercayaan rakyat sebagai kehormatan tertinggi institusi TNI.
Menutup amanatnya, Panglima TNI mengajak seluruh prajurit dan ASN TNI untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, berpegang teguh pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan 8 Wajib TNI, serta meningkatkan kesiapsiagaan operasional. Seluruh personel juga dituntut bijak dan waspada dalam bermedia sosial dengan tidak mudah terprovokasi hoaks, propaganda, maupun informasi yang dapat memecah persatuan bangsa. Semangat tersebut menjadi landasan dalam mewujudkan TNI PRIMA—Profesional, Responsif, Integratif, Modern, dan Adaptif—sekaligus memperkokoh pengabdian menuju Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.
-1128602-600.webp)
-1128602-1080.webp)
-1128602-1080.webp)
-1128602-1080.webp)

-1128602-1080.webp)
