TNI AU. Komitmen memperkuat kemampuan pemeliharaan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan (Alpalhankam) Matra Udara terus diwujudkan melalui sinergi dan kolaborasi antarlembaga. Hal tersebut ditunjukkan melalui kunjungan kerja Kepala Badan Pemeliharaan dan Perawatan (Kabaharwathan) Kemhan Laksdya TNI Ir. Supo Dwi Diantara, S.T., M.Tr.Opsla., IPU., M.A., M.S.P., APEC Eng., ASEAN Eng., beserta rombongan ke Lanud Iswahjudi dan satuan jajaran, Kamis (20/8/2026). Kunjungan ini bertujuan meninjau sekaligus memvalidasi kemampuan fasilitas pemeliharaan Alpalhankam Matra Udara, meliputi kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, peralatan pemeliharaan, serta dukungan logistik.
Rangkaian kegiatan diawali dengan paparan di VIP Room Lanud Iswahjudi yang disampaikan para pejabat Lanud Iswahjudi dan satuan jajaran. Usai paparan, rombongan melanjutkan peninjauan langsung ke Depo Pemeliharaan 20 (Depohar 20) dan diterima Komandan Depohar 20 Kolonel Lek M. Noor Avianto, S.E. Selanjutnya, rombongan meninjau fasilitas Satuan Pemeliharaan (Sathar) 21 dan Sathar 24 untuk melihat secara faktual kesiapan fasilitas dan berbagai aspek pendukung kemampuan pemeliharaan Alpalhankam Matra Udara. Peninjauan tersebut menjadi bagian penting dalam memperoleh gambaran nyata sekaligus mengidentifikasi kebutuhan penguatan kapasitas pemeliharaan di masa mendatang.
Komandan Depohar 20 Kolonel Lek M. Noor Avianto, S.E., menyampaikan bahwa kunjungan tersebut menjadi momentum strategis untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia, mengoptimalkan fasilitas dan peralatan, serta memperkuat sinergi dalam mendukung kesiapan operasional Alutsista TNI AU. “Kunjungan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan sumber daya manusia, mengoptimalkan fasilitas dan peralatan pemeliharaan, serta memperkuat sinergi dengan seluruh pihak. Kami siap mendukung peningkatan kemampuan Maintenance, Repair, and Overhaul (MRO) dan kemandirian pemeliharaan Alpalhankam Matra Udara secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya. Menurutnya, penguatan kemampuan MRO tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga membutuhkan personel kompeten, dukungan teknologi, ketersediaan material, serta rantai pasok yang kuat dan berkesinambungan.
Sementara itu, Kabaharwathan Kemhan menekankan bahwa validasi kemampuan fasilitas pemeliharaan merupakan langkah penting untuk membangun sistem pemeliharaan Alpalhankam yang efektif, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan operasional TNI. Kegiatan ini sekaligus memperkuat kolaborasi antara Kementerian Pertahanan, TNI AU, dan satuan pemeliharaan dalam meningkatkan kapabilitas MRO serta memperkokoh rantai pasok nasional. Melalui peninjauan dan validasi secara langsung, Depohar 20 diharapkan semakin mampu mengoptimalkan potensi yang dimiliki, meningkatkan standar pemeliharaan, dan beradaptasi dengan perkembangan teknologi Alutsista yang semakin kompleks. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mewujudkan kemampuan pemeliharaan Alpalhankam Matra Udara yang andal, modern, profesional, dan mandiri guna mendukung kesiapan operasional TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional.

