TNI AU. Menghadapi massa yang emosional tidak cukup dengan kekuatan fisik semata, tetapi menuntut ketenangan, kecermatan, dan kendali diri tingkat tinggi. Prinsip inilah yang menjadi roh utama Latihan Penanggulangan Huru-Hara (PHH) Triwulan I Tahun Anggaran 2026 yang digelar Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Supadio, Kamis (5/2/2026). Di bawah terik matahari Kalimantan Barat, ratusan personel gabungan ditempa untuk menghadapi skenario terburuk dengan tetap menjunjung tinggi pendekatan humanis.
Latihan berlangsung dengan simulasi yang realistis dan menegangkan. Digambarkan sekelompok massa mengepung gerbang utama Lanud Supadio, menyuarakan tuntutan pengembalian aset tanah. Situasi kian memanas ketika massa mulai bertindak anarkis dan berupaya memaksa masuk ke area vital pangkalan. Dalam kondisi tersebut, personel PHH yang dipimpin oleh Letkol Pom Librianus Rimpin tidak serta-merta mengedepankan tindakan represif, melainkan mengawali penanganan dengan langkah negosiasi dan upaya persuasif sebelum melaksanakan tindakan penyekatan sesuai prosedur.
Danlanud Supadio Marsekal Pertama TNI Sidik Setiyono, S.E., M.Han., menegaskan bahwa profesionalisme prajurit tidak hanya diukur dari kekuatan fisik dan mental, tetapi juga dari ketepatan dalam membaca situasi serta kecepatan mengambil keputusan yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. “Profesionalisme prajurit diuji bukan semata pada ketegasan, tetapi pada kemampuan bertindak tepat, terukur, dan bertanggung jawab dalam setiap eskalasi situasi,” tegas Danlanud.
Latihan PHH ini melibatkan Satuan Pertahanan Pangkalan (Sathanlan) sebagai unsur utama pengendali keamanan pangkalan, didukung sinergi lintas satuan yang solid, antara lain Pomau, RSAU Dr. Mohammad Sutomo, Batalyon Kopasgat Yon Parako 466, serta Batalyon Arhanud 15. Keterlibatan unsur kesehatan dan satuan pendukung lainnya menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan personel secara menyeluruh, baik fisik maupun mental.
Fokus utama latihan adalah menguji dan menyempurnakan kembali Standar Operasional Prosedur (SOP) pengamanan objek vital nasional, sehingga tidak terdapat celah saat menghadapi gangguan nyata di lapangan. Melalui latihan yang berlangsung aman dan lancar ini, Lanud Supadio menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, profesionalisme, dan kepercayaan diri seluruh personel dalam menjaga keamanan objek vital nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Barat.