TNI AU. Mengawali tugasnya, Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI Ali Gusman, S.T., M.M., memberikan entry briefing kepada seluruh personel Lanud Halim Perdanakusuma, Selasa (12/5/2026), di Gedung Marsekal TNI Sukardi. Kegiatan ini menjadi momentum awal penyampaian arah kebijakan, filosofi kepemimpinan, serta penekanan tugas kepada seluruh personel Lanud Halim Perdanakusuma.
Dalam arahannya, Danlanud Halim Perdanakusuma menyampaikan tiga prinsip dasar yang harus menjadi pedoman seluruh personel, yakni fokus terhadap tujuan, terbuka terhadap berbagai solusi dan pendekatan terbaik, serta tetap menjunjung tinggi legalitas dan etika dalam setiap pelaksanaan tugas.
Selain itu, Danlanud juga menekankan pentingnya filosofi kepemimpinan “benang merah” dan “bola panas”, di mana setiap kebijakan harus memiliki arah yang jelas serta setiap permasalahan harus segera dihadapi dan diselesaikan dengan tanggung jawab.
Pada kesempatan tersebut, Danlanud mengajak seluruh personel untuk membangun budaya kerja yang profesional, saling mendukung, serta terus menghadirkan kreasi dan inovasi demi kemajuan satuan.
"Setiap anggota memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan organisasi dan menjaga nama baik Lanud Halim Perdanakusuma. Saya berharap seluruh anggota memiliki pola pikir yang terbuka terhadap perubahan, berani memberikan gagasan, serta mampu menciptakan perbaikan-perbaikan kecil yang berdampak besar bagi kemajuan satuan", ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa Lanud Halim Perdanakusuma memiliki posisi strategis sebagai “Tampak Depan Bangsa” TNI Angkatan Udara. Oleh karena itu, seluruh personel dituntut untuk selalu menjaga disiplin, kesiapan, profesionalisme, kebersihan, ketertiban, keamanan lingkungan serta mengutamakan safety dalam setiap pelaksanaan tugas.
Melalui kegiatan entry briefing tersebut, Danlanud Halim berharap seluruh personel dapat memahami bahwa Lanud Halim Perdanakusuma harus mampu memberikan pelayanan secara profesional dengan kesiapsiagaan setiap saat.
"Pelaksanaan tugas kita berlangsung 24 jam sehari dan tujuh hari seminggu. Karena itu, kesiapan personel, sarana prasarana, komunikasi, dan koordinasi harus terus dijaga dalam kondisi optimal. Hal ini berkaitan dengan profesionalisme sebagai wajah utama satuan kita di mata masyarakat, pimpinan, maupun dunia internasional," tutupnya.










