TNI AU. Pangkalan TNI AU (Lanud) Sjamsudin Noor (Sam) terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung Pemerintah menanggulangi bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Langkah ini diwujudkan dengan memfasilitasi pergerakan logistik udara misi Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), salah satunya melalui pendaratan pesawat TNI AU jenis C-130J-30 Super Hercules di Apron Bandara Internasional Syamsudin Noor, Banjarbaru (31/10/2026).
Pesawat angkut berat milik TNI AU yang diawaki oleh Mayor Pnb Jatmiko Adi Nugroho bersama 12 orang kru ini tiba membawa muatan vital berupa logistik bahan semai. Berdasarkan manifest penerbangan dengan nomor SPT/971-31/X/2026 tertanggal 30 Oktober 2026, pesawat tersebut sukses mendarat (Actual Time of Arrival / ATA) pada pukul 10.07 WITA setelah menjalankan rute penerbangan HLM (Halim Perdanakusuma) - SAM - HLM - SMH - HLM.
Dalam misi kemanusiaan ini, pesawat menurunkan muatan seberat 18.676 kilogram atau sebanyak 1.407 koli bahan semai brupa Nacl yang sangat dibutuhkan untuk pelaksanaan operasi penyemaian awan di langit Kalsel. Setelah proses penanganan logistik dan pengisian bahan bakar (refuel) sebanyak 5.500 liter selesai, pesawat kembali diberangkatkan (Actual Time of Departure/ ATD) dengan aman pada pukul 11.31 WITA.
Sementara itu, Komandan Lanud Sjamsudin Noor Kolonel Pnb Hilman L.P. Ambarita, M.M.S., menegaskan bahwa jajarannya siap memberikan dukungan terhadap seluruh rangkaian misi kemanusiaan, khususnya dalam mitigasi karhutla. Lebih lanjut ia mengatakan bahwa peran Lanud Sam bukan hanya sebagai penghubung fasilitas penerbangan namun lebih dari itu ada panggilan kemanusiaan yang menjadi sebuah tanggung jawab.
"Kehadiran kami di sini bukan hanya sekadar mendukung kelancaran operasional penerbangan, tetapi ini adalah bentuk tanggung jawab moral dan panggilan kemanusiaan."Tegas Danlanud.
Dukungan fasilitas dan pengamanan logistik ini merupakan bagian dari sinergi lintas sektoral yang solid antara TNI AU, khususnya Lanud Sam, dengan berbagai instansi terkait. Kehadiran logistik ini diharapkan dapat memperkuat efektivitas rekayasa cuaca, guna memicu curah hujan buatan yang mampu membasahi lahan gambut kering dan memadamkan titik-titik api yang berpotensi menimbulkan kabut asap.
Melalui langkah proaktif ini, Lanud Sjamsudin Noor tidak hanya memastikan kesiapan fasilitas pangkalan udara berjalan optimal, tetapi juga hadir secara nyata di garda terdepan untuk melindungi kesehatan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan, serta menjamin keselamatan bumi Banua dari dampak buruk kebakaran hutan dan lahan.


