TNI AU. Magetan – Kepedulian terhadap sesama kembali diwujudkan keluarga besar Depo Pemeliharaan (Depohar) 80 dengan menyalurkan bantuan sosial bagi masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut menjadi bentuk nyata solidaritas dan empati keluarga besar TNI Angkatan Udara, sekaligus wujud semangat gotong royong untuk membantu meringankan beban masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit akibat bencana.
Bantuan diserahkan langsung oleh Komandan Depohar 80 Kolonel Tek Jarot Sudarwanto, S.E., M.M., didampingi Ketua PIA Ardhya Garini Cabang 9 Depohar 80 Gabungan Koharmatau Ny. Irma Jarot Sudarwanto, beserta pengurus dan jajaran pejabat utama Depohar 80, bertempat di Dinas Teritorial Lanud Iswahjudi, Magetan, Kamis (20/8/2026). Bantuan berupa kebutuhan pokok dan berbagai logistik dasar tersebut diterima Kepala Dinas Teritorial Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Amades, S.E., bersama Kepala Seksi Bakti Dister Lanud Iswahjudi Letkol Kum (W) Tri Yuniarti, S.H., untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat di wilayah terdampak.
Dandepohar 80 Kolonel Tek Jarot Sudarwanto mengatakan, penyaluran bantuan merupakan wujud kepedulian dan empati keluarga besar Depohar 80 terhadap masyarakat yang sedang tertimpa musibah. “Kami berharap bantuan ini dapat memberikan manfaat dan sedikit meringankan beban saudara-saudara kita yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur. Kepedulian sosial merupakan bagian penting dari semangat kebersamaan dan kemanusiaan yang harus terus kita tumbuhkan,” ujarnya. Ia menegaskan, semangat gotong royong akan terus dikembangkan agar keberadaan Depohar 80 dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kadister Lanud Iswahjudi Kolonel Tek Ricki Amades menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada keluarga besar Depohar 80 atas solidaritas serta kepedulian yang diberikan. Bantuan tersebut selanjutnya akan disalurkan ke titik-titik wilayah terdampak melalui koordinasi dengan pihak terkait agar tepat sasaran dan diterima masyarakat yang benar-benar membutuhkan. Kegiatan ini menegaskan bahwa di tengah musibah, kepedulian dan gotong royong menjadi kekuatan bersama untuk saling menguatkan, membantu, dan bangkit menghadapi setiap tantangan kemanusiaan.

