TNI AU. Yogyakarta. Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Danpuspomau) Marsda TNI Daan Sulfi, S.Sos., M.Si., M.Han., menghadiri acara peresmian Unit Pengelolaan Darah (UPD) di RSPAU dr. S. Hardjolukito serta Monumen Pesawat Fokker F-27 A-2701 di Yogyakarta, Kamis (30/7/2026). Peresmian ini dipimpin Kepala Staf Angkatan Udara sehari usai pelaksanaan upacara peringatan ke-79 Hari Bhakti TNI Angkatan Udara di Akademi Angkatan Udara (AAU).
Peresmian Unit Pengelolaan Darah menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kemampuan pelayanan kesehatan, khususnya dalam menjamin ketersediaan darah bagi pasien di lingkungan TNI AU maupun masyarakat yang membutuhkan.
Selain meningkatkan efisiensi pelayanan, UPD memberikan jaminan mutu terhadap setiap kantong darah yang didistribusikan, mendukung pelaksanaan donor darah sukarela secara terencana dan berkelanjutan, serta menerapkan sistem manajemen mutu sesuai standar nasional dan internasional.
Pada hari yang sama, Kasau juga meresmikan Monumen Pesawat Fokker F-27 A-2701 yang diberi nama Monumen Pesawat Fokker F-27 “Kalong AMPUH” di Akademi Angkatan Udara (AAU), serta meresmikan Pesawat Fokker F-28 A-2801 sebagai koleksi Museum Pusat TNI Angkatan Udara Dirgantara Mandala, Yogyakarta.
Disampaikan Kasau, keberadaan pesawat tersebut melambangkan dedikasi, pengorbanan, dan semangat perjuangan para pendahulu TNI Angkatan Udara. Menurutnya, monumen itu juga menjadi sarana edukasi bagi para generasi agar mengetahui bahwa para pendahulu TNI Angkatan Udara pernah mengoperasikan pesawat tersebut dengan penuh pengabdian.
Fokker F-27 mulai mengabdi di TNI Angkatan Udara sejak 1976 dan menjadi salah satu tulang punggung mobilitas udara dalam berbagai Operasi Militer Perang maupun Operasi Militer Selain Perang. Selama 37 tahun masa pengabdiannya, pesawat tersebut turut mendukung berbagai operasi penting sebelum dipensiunkan pada 2013.
Keberadaan monumen tersebut diharapkan menjadi simbol perjalanan sejarah, dedikasi, dan pengabdian TNI Angkatan Udara sekaligus sebagai sarana edukasi dan pengingat bagi seluruh prajurit juga generasi penerus akan nilai-nilai perjuangan, pengorbanan, dan dedikasi para pendahulu TNI Angkatan Udara dalam menjaga kedaulatan udara Indonesia.









