TNI AU. Komandan Lanud Silas Papare Marsma TNI Hendrayansyah, S.Sos., mengikuti kegiatan Sosialisasi Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara yang diselenggarakan Kodiklat TNI bagi jajaran Kogabwilhan III, bertempat di Aula Tonny A Rompies Makodam XVII/Cenderawasih, Jayapura, Selasa (3/11/2026).
Sosialisasi tersebut dilaksanakan oleh tim dari Kodiklat TNI yang terdiri atas Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, S.Sos., M.M., Pa Sahli Tk. III Panglima TNI Bidang Komsos, Brigjen TNI (Mar) Agung Trinanto, Pa Sahli Panglima TNI Tk. II Bidang Intelkam dan Siber, serta Brigjen TNI Ari Maulana, S.Sos., M.Han., Direktur Doktrin Kodiklat TNI.
Kegiatan ini diikuti oleh sekitar 200 peserta yang terdiri dari perwakilan pimpinan dan pejabat jajaran Kogabwilhan III, Kodam XVII/Cenderawasih, Kodam XVIII/Kasuari, Kodam XXIV/Mandala Trikora, Kodam XXIX/Mambruk, Koarmada III, Pasmar III, Kodaeral X Jayapura, Kodaeral XI Merauke, Kodaeral XIV Sorong, Kodau III, Lanud Silas Papare, Kosek III, Wing Udara III, Resimen Arhanud Pasgat, serta satuan terkait lainnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sambutan Pangkogabwilhan III Letjen TNI Lucky Avianto, S.I.P., M.Si.,yang menyampaikan bahwa perkembangan dinamika geopolitik, geostrategi, dan ekonomi di dunia berkembang dengan sangat pesat. Oleh sebab itu, TNI sebagai alat utama pertahanan negara juga harus adaptif dan mengikuti perkembangan-perkembangan tersebut.
“Dengan sosialisasi ini, diharapkan pemahaman tentang doktrin ini tidak hanya berhenti pada kita yang hadir pada hari ini saja, tetapi juga dapat ditularkan dan disosialisasikan kembali kepada seluruh prajurit di jajaran kita masing-masing,” harap Pangkogabwilhan III.
Selanjutnya sambutan Dankodiklat TNI yang dibacakan Brigen TNI Ari Maulana, S.Sos., M.Han., menerangkan bahwa Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara adalah pedoman fundamental bagi seluruh prajurit TNI dalam berpikir, bersikap, dan bertindak. Doktrin ini adalah arah transformasi kita menuju kekuatan pertahanan yang disegani dan diperhitungkan
“Doktrin ini mengakomodasi operasi militer multi-domain abad ke-21, di mana matra darat, laut, dan udara harus terintegrasi secara simultan dengan domain ruang angkasa, siber, informasi, elektromagnetik, serta kognitif,” lanjut Dankodiklat TNI dalam sambutannya.
Acara dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dan diskusi. Sejumlah hal strategis menjadi perhatian peserta, di antaranya penguatan integrasi dan interoperabilitas antarmatra, modernisasi TNI, kejelasan batas wilayah dalam konteks Mandala Luar dan penegakan hukum, sinergi lintas kementerian dan lembaga, serta penguatan identifikasi terhadap berbagai potensi ancaman dan gangguan sebagai bahan pengembangan doktrin TNI.
-1131419-1080.webp)
-1131419-1080.webp)

-1131419-1080.webp)



-1131419-1080.webp)

-1131419-1080.webp)
-1131419-1080.webp)