TNI AU. Jakarta. Komandan Lanud Adisutjipto, Marsma TNI Toto Ginanto, S.T., M.A.P., M.Han., menghadiri Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Pusat Kelaikan, Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU (Puslaiklambangjaau) Tahun 2026 yang digelar di Gedung Serba Guna Soeharnoko Harbani, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (19/2/2026).
Rakornis dibuka oleh Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Udara (Wakasau) Marsdya TNI Ir. Tedi Rizalihadi S., M.M. Dalam forum tersebut dibahas berbagai tantangan program kerja Puslaiklambangjaau serta dukungan anggaran Tahun 2026, khususnya dalam menghadapi dinamika modernisasi alat pertahanan dan keamanan (Alpahankam).
Dalam sambutannya, Wakasau menegaskan bahwa modernisasi Alpahankam merupakan proses strategis dalam membangun kekuatan TNI Angkatan Udara yang ampuh, adaptif, modern, profesional, unggul, dan humanis guna menjawab perkembangan lingkungan strategis (Linkstrad) baik global, regional, maupun nasional.
Lebih lanjut disampaikan bahwa keselamatan terbang dan keselamatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Seluruh jajaran TNI AU diharapkan terus berkomitmen mengutamakan safety di atas segalanya. Generative safety culture ditegaskan sebagai nilai inti dan pilar utama dalam setiap aktivitas operasional TNI AU, bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan menjadi marwah institusi.
“Semangat menumbuhkan generative safety culture guna menghadapi modernisasi Alpahankam dalam rangka mewujudkan TNI Angkatan Udara yang ampuh,” tegas Wakasau.
Pada Rakornis Puslaiklambangjaau Tahun 2026 ini juga diluncurkan sejumlah penugasan (duty) terbaru, yakni Safety Supervisor, Duty Safety, dan Patroli Safety yang akan diberlakukan di seluruh jajaran TNI Angkatan Udara sebagai bagian dari penguatan sistem pengawasan dan budaya keselamatan.
Kegiatan Rakornis dihadiri oleh Pangkohanudnas, Dankodiklatau, para pejabat Mabesau, Pangkodau I, II, dan III, para Komandan Satuan jajaran tipe A, jajaran Kodau, Korpasgat, Kodiklatau, Koharmatau, serta pejabat di lingkungan TNI AU lainnya, baik secara tatap muka maupun melalui video conference.







