TNI AU. Komandan Komando Pemeliharaan Materiel TNI Angkatan Udara (Dankoharmatau) Marsda TNI Rudolf P. Buulolo, S.E., M.M., memimpin Apel WFA Koharmatau di Bandung, Jumat (14/8/2026). Dalam kesempatan tersebut, Dankoharmatau menyampaikan sejumlah penekanan penting kepada seluruh prajurit sebagai pedoman dalam menjaga disiplin, kehormatan, soliditas, serta kesiapan operasional satuan.
Dankoharmatau menegaskan bahwa masih ditemukannya pelanggaran yang dilakukan oleh oknum prajurit harus menjadi perhatian serius seluruh unsur pimpinan. Karena itu, para Komandan, pejabat, dan perwira dituntut melaksanakan pengawasan secara berjenjang dan melekat, sekaligus memanfaatkan setiap kesempatan untuk membangun komunikasi dengan personel. Kedekatan emosional yang terjalin melalui komunikasi yang baik dinilai penting sebagai bagian dari upaya deteksi dini, pembinaan, serta pencegahan terhadap berbagai bentuk pelanggaran.
Terkait penyalahgunaan narkoba, Dankoharmatau menegaskan tidak ada ruang sedikit pun bagi prajurit yang terlibat. Narkoba bukan hanya merusak masa depan individu, tetapi juga menjadi ancaman serius terhadap kehidupan keluarga, kehormatan satuan, dan sendi kehidupan bangsa. Oleh karena itu, setiap prajurit harus memahami konsekuensi hukum dan kedinasan yang berat, termasuk tindakan tegas berupa pemberhentian bagi personel yang terbukti terlibat dalam penyalahgunaan narkoba.
Dankoharmatau juga mengingatkan bahwa kehidupan prajurit TNI senantiasa terikat oleh Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI. Ketaatan terhadap seluruh aturan tersebut merupakan fondasi utama dalam membentuk prajurit yang berintegritas dan profesional. Setiap pelanggaran, meskipun dilakukan demi kesenangan sesaat, dapat menimbulkan kerugian besar, bukan hanya bagi diri sendiri, tetapi juga mencoreng nama baik satuan serta menghancurkan kepercayaan dan kehormatan keluarga.
Di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi, Dankoharmatau turut mengingatkan seluruh prajurit agar meningkatkan kewaspadaan terhadap modus penipuan digital atau social engineering yang mengatasnamakan pejabat. Pelaku dapat menggunakan nama, foto, maupun jabatan seseorang untuk membangun kepercayaan korban, kemudian meminta sejumlah uang atau memperoleh data pribadi. Melalui apel tersebut, pimpinan menyatukan visi dan misi, menyampaikan kebijakan serta menegakkan disiplin dengan mencegah pelanggaran sekecil apa pun, sekaligus memperkuat pembinaan mental, keimanan, moril, dan kesiapan operasional prajurit. Dengan disiplin, kewaspadaan, dan integritas yang kokoh, Koharmatau diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas menjaga kesiapan materiel TNI Angkatan Udara


