TNI AU. Bandung. Komandan Depo Pemeliharaan 40 (Dandepohar 40) Eko Purwanto memimpin langsung Upacara Pembukaan Binterampil Teknisi TX NDB SA-100 Angkatan 7 Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Gedung Omega Depohar 40, Rabu (12/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia TNI Angkatan Udara, khususnya di bidang pemeliharaan dan pengoperasian sistem navigasi penerbangan.
Dalam amanatnya, Dandepohar 40 menegaskan bahwa pelaksanaan pendidikan Binterampil merupakan salah satu upaya strategis dalam pembinaan dan pengembangan profesi personel TNI AU. Menurutnya, keberadaan sistem navigasi penerbangan TX NDB SA-100 memiliki peran vital dalam mendukung kelancaran operasi udara, sehingga diperlukan teknisi yang memiliki kemampuan dan kompetensi tinggi untuk menjaga keandalannya.
Lebih lanjut disampaikan, keandalan sistem navigasi tidak hanya berkaitan dengan aspek teknis semata, tetapi juga memiliki implikasi langsung terhadap keselamatan terbang dan kerja yang menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan operasi penerbangan. Oleh sebab itu, peningkatan kualitas teknisi melalui pendidikan dan pelatihan yang terarah menjadi kebutuhan mutlak di tengah perkembangan teknologi elektronika penerbangan yang semakin modern dan kompleks.
Dandepohar 40 juga menekankan bahwa pendidikan Binterampil ini dilaksanakan sejalan dengan tuntutan organisasi dan perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi yang berkembang sangat cepat. Para teknisi dituntut tidak hanya memahami perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga memiliki kemampuan analisis, troubleshooting, serta pemeliharaan yang cepat, tepat, dan sesuai prosedur. Melalui pendidikan ini diharapkan lahir personel yang profesional, adaptif, dan siap menghadapi tantangan tugas di lapangan.
Mengakhiri sambutannya, Eko Purwanto berpesan kepada seluruh peserta didik agar mengikuti pendidikan dengan penuh kesungguhan, disiplin, dan semangat belajar yang tinggi. Selain meningkatkan kemampuan teknis, para peserta juga diharapkan mampu membangun karakter prajurit yang tangguh dengan tetap berpedoman pada Sapta Marga, Sumpah Prajurit, dan Delapan Wajib TNI sebagai landasan moral dalam pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Penkoharmatau).





