Pengunjung Website
Hari Ini: 24
Minggu Ini: 97
Bulan Ini: 630
Tahun Ini: 1,378
img thumbnail

Cegah Penyebaran Penyakit, Klinik Bhuwana Sosialisasikan Nipah Virus Di Lanud Yohanis Kapiyau Timika

TNI AU. Upaya pencegahan penyebaran penyakit menular terus dilakukan oleh jajaran Lanud Yohanis Kapiyau. Klinik Bhuwana Lanud Yohanis Kapiyau menggelar sosialisasi tentang Virus Nipah kepada seluruh personel. Bertempat di Baseops Lanud YKU, Timika, Papua Tengah. Selasa (24/2/2026).

Kegiatan diawali dengan apel pagi yang dipimpin oleh Kepala Dinas Operasi (Kadisops) Lanud Yohanis Kapiyau, Letkol Pnb Chaerul Dinata. Dalam arahannya, Kadisops menekankan pentingnya menjaga serta kepedulian seluruh personel terhadap kesehatan diri masing-masing.

Usai apel pagi, kegiatan dilanjutkan dengan sosialisasi mengenai Virus Nipah yang disampaikan oleh Kepala Kesehatan (Kakes) Lanud Yohanis Kapiyau Lettu Kes dr. Joserio. Dalam pemaparannya dijelaskan bahwa Virus Nipah pertama kali teridentifikasi di Malaysia pada sebuah peternakan babi. Saat itu, hewan-hewan ternak menunjukkan gejala demam, kesulitan bernapas, hingga kejang.

Berdasarkan data dari World Health Organization (WHO), Virus Nipah berasal dari kelelawar buah yang kemudian menularkannya ke babi. Kelelawar merupakan reservoir alami virus tersebut, artinya virus tidak menyebabkan penyakit pada kelelawar, namun dapat menyebar ke hewan lain seperti babi, dan selanjutnya ke manusia.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa faktor lingkungan turut berperan dalam penyebaran virus ini. Penebangan hutan menyebabkan kelelawar kehilangan habitat alaminya, sehingga berpindah mendekati pemukiman manusia maupun area peternakan. Kondisi inilah yang memungkinkan terjadinya perpindahan virus dari kelelawar ke babi, kemudian dari babi ke manusia.

Secara klinis, masa inkubasi Virus Nipah rata-rata berlangsung 4 hingga 14 hari. Gejala awal yang muncul meliputi demam, nyeri kepala, nyeri tenggorokan, sulit bernapas, dan muntah. Apabila kondisi memburuk, penderita dapat mengalami gejala berat seperti disorientasi, penurunan kesadaran, kebingungan, kejang, koma, hingga pembengkakan otak (edema serebri).

Sebagai langkah pencegahan, personel diimbau untuk tidak mengonsumsi buah secara mentah langsung dari pohon, terutama yang terdapat bekas gigitan hewan. Selain itu, agar berhati-hati dalam mengonsumsi produk hasil pohon nipah, serta senantiasa menjaga higienitas makanan dan kebersihan pribadi.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, diharapkan seluruh personel Lanud Yohanis Kapiyau semakin memahami bahaya Virus Nipah serta mampu menerapkan langkah-langkah pencegahan secara disiplin dalam kehidupan sehari-hari, guna menjaga kesehatan pribadi maupun lingkungan satuan.