Pengunjung Website
Hari Ini: 13
Minggu Ini: 134
Bulan Ini: 329
Tahun Ini: 1,077
img thumbnail

Cegah Pelanggaran Anggota Puspomau, Kegiatan Klasikal Tekankan Rasa Syukur

TNI AU – Sebagai upaya pembinaan personel, Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara (Puspomau) menggelar kegiatan klasikal bagi para anggotanya, bertempat di Shalter Sarban Puspomau, Jakarta Timur, Rabu (11/2/2026).  Kegiatan ini menghadirkan Kasubdit Anevkara Ditbinidik Puspomau Letkol Pom Mohammad Rizal Cahyadi sebagai pemateri dengan mengangkat tema Peningkatan Rasa Syukur Sebagai Benteng Pencegahan Pelanggaran Prajurit.

Dalam pengarahannya, Letkol Pom Rizal menekankan pentingnya membangun kesadaran diri dan rasa syukur dalam menjalankan tugas sebagai prajurit TNI AU. Menurutnya, rasa syukur bukan sekadar nilai moral, tetapi juga fondasi mental yang kuat untuk menjaga integritas, disiplin, dan loyalitas terhadap institusi.

Materi ini dipilih berdasarkan evaluasi internal yang menunjukkan masih adanya pelanggaran prajurit, khususnya kasus desersi. Salah satu faktor yang kerap melatarbelakangi pelanggaran tersebut adalah tuntutan gaya hidup yang tidak seimbang dengan kemampuan serta kurangnya pengendalian diri.

Letkol Pom Rizal menjelaskan bahwa gaya hidup konsumtif dan tekanan sosial dapat memicu keputusan yang keliru apabila tidak diimbangi dengan pemahaman nilai-nilai dasar keprajuritan. Oleh karena itu, peningkatan rasa syukur dinilai mampu menjadi “benteng” psikologis yang menguatkan prajurit dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Selain penyampaian materi, kegiatan klasikal juga diisi dengan sesi diskusi interaktif. Para anggota diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman dan pandangan terkait tantangan yang dihadapi dalam kedinasan maupun kehidupan pribadi. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkan solidaritas dan saling mengingatkan antar sesama prajurit.

Melalui kegiatan ini, Puspomau berharap seluruh anggota semakin menyadari pentingnya menjaga kehormatan diri dan institusi. Dengan memperkuat rasa syukur dan komitmen terhadap nilai-nilai keprajuritan, diharapkan angka pelanggaran, khususnya desersi, dapat ditekan sehingga tercipta prajurit yang profesional, disiplin, dan berintegritas tinggi.