TNI AU. Kehadiran prajurit dari Generasi Z (Gen Z) di lingkungan Tentara Nasional Indonesia (TNI) membawa dinamika baru dalam sistem pembinaan disiplin. Sebagai generasi yang tumbuh di era digital, Gen Z dinilai memiliki karakter yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Demikian dikatakan Kasubditwalprot Ditgaktib Puspomau Letkol Pom Jarot Nyamantoro, S.H., M.Han., dalam kegiatan Klasikal anggota Puspomau bertempat di Sarban Puspomau, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Rabu (4/2/2026).
Meski memiliki karakter yang berbeda, pembentukan disiplin kepada prajurit “Gen Z” tetap menjadi pondasi utama. Nilai-nilai seperti loyalitas, kepatuhan terhadap aturan, tanggung jawab, dan kesiapsiagaan tetap ditanamkan melalui pendidikan dasar dan pembinaan berkelanjutan.
“Gen Z” yang lahir di era digital dan smartphone memiliki kemampuan multitasking digital dan menjadikan teknologi sebagai bagian dari identitas diri. Tumbuh besar berdampingan dengan media sosial (medsos), menjadikan prajurit “Gen Z” harus kuat menyaring dan memilah informasi yang benar.
Letkol Pom Jarot dalam kegiatan klasikal menyampaikan perhatian Pimpinan untuk mengingatkan dan mengarahkan prajurit agar bijak menyikapi media sosial dengan selalu mempertimbangkan secara matang semua dampak baik dan buruk sebelum melakukan suatu tindakan.
Dengan kombinasi disiplin militer yang kuat dan kemampuan adaptasi teknologi, Generasi Z diharapkan mampu menjadi prajurit profesional yang tangguh, berintegritas, serta siap menghadapi tantangan pertahanan negara di masa depan



