Pengunjung Website
Hari Ini: 23
Minggu Ini: 70
Bulan Ini: 620
Tahun Ini: 5,729
img thumbnail

Asah Profesionalisme dan Ketangkasan, Depohar 80 Gelar Latihan Menembak TW III TA 2026

TNI AU. Ketangkasan dan profesionalisme prajurit tidak lahir secara instan, tetapi harus terus diasah melalui latihan yang terukur dan berkesinambungan. Hal tersebut diwujudkan Depo Pemeliharaan 80 (Depohar 80) dengan melaksanakan latihan menembak laras panjang dan laras pendek Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di dua lokasi latihan berbeda, Madiun, Rabu-Kamis (19–20/8/2026).

 

Latihan menembak laras panjang dilaksanakan di Lapangan Tembak Kopasgat Yonko Parako 471 pada Rabu (19/8/2026), sedangkan latihan menembak laras pendek dilaksanakan di Lapangan Tembak Weko Nartomo Soewarno, Lanud Iswahjudi, Kamis (20/8/2026).

 

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Depohar 80 dalam rangka memelihara sekaligus meningkatkan kemampuan dan keterampilan personel di bidang menembak. Latihan dilaksanakan secara terencana dan terukur guna menjaga kesiapsiagaan serta mendukung profesionalisme personel dalam melaksanakan tugas sesuai tanggung jawab masing-masing.

 

Sebelum memasuki pelaksanaan latihan, seluruh personel terlebih dahulu mengikuti apel pagi dan menerima pengarahan mengenai prosedur keselamatan serta ketentuan safety dalam latihan menembak. Penekanan diberikan agar setiap personel memahami dan mematuhi seluruh prosedur yang telah ditetapkan, sehingga latihan dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar.

 

Aspek keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama selama kegiatan. Setiap personel dituntut senantiasa meningkatkan kewaspadaan, menjaga disiplin, serta bertanggung jawab terhadap penggunaan senjata dan perlengkapan latihan. Dengan demikian, tujuan latihan dapat tercapai tanpa mengabaikan keselamatan personel maupun keamanan materiel.

 

Melalui latihan menembak secara rutin dan berkelanjutan, Depohar 80 terus berupaya membangun personel yang memiliki kemampuan, disiplin, dan kesiapsiagaan yang terpelihara. Sebab bagi seorang prajurit, kemampuan bukan sekadar untuk dikuasai, tetapi harus terus diasah agar selalu siap digunakan ketika negara memanggil.