TNI AU. Memasuki awal Tahun 2026, Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau) Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., menekankan pentingnya transformasi TNI Angkatan Udara menuju kekuatan udara yang AMPUH dan berdaya gentar di kawasan.
Penekanan tersebut disampaikan dalam amanat Kasau yang dibacakan oleh Komandan Lanud Halim Perdanakusma Marsma TNI Erwin Sugiandi, M.Han., pada Apel Luar Biasa yang diikuti oleh seluruh pejabat, Perwira, Bintara, Tamtama dan PNS. Apel digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jumat (2/1/2026).
Dalam amanatnya, Kasau menyampaikan bahwa sepanjang tahun 2025, TNI AU menghadapi berbagai dinamika dan tantangan yang tidak ringan. Namun, melalui profesionalisme, dedikasi, serta upaya perbaikan berkelanjutan, TNI AU berhasil mencatat sejumlah capaian strategis yang membanggakan.
Kasau juga menyoroti pengesahan Undang-Undang Pengelolaan Ruang Udara yang semakin memperkuat peran TNI AU dalam menjaga kedaulatan udara nasional. Di tingkat nasional, TNI AU berperan aktif dalam mendukung agenda strategis negara, mulai dari pelaksanaan upacara kenegaraan, program ketahanan pangan dan makan bergizi gratis, hingga penanggulangan bencana alam di wilayah Sumatera.
Dalam operasi kemanusiaan tersebut, TNI AU mengerahkan 21 alutsista udara, termasuk A-400M, mendistribusikan lebih dari 3.568 ton bantuan kemanusiaan, menyalurkan 1.000 unit genset dari Kementerian ESDM, serta melibatkan lebih dari 2.500 personel.
Berbagai upaya tersebut menunjukkan komitmen TNI AU dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memastikan negara hadir saat rakyat membutuhkan uluran tangan.
Sementara di kancah internasional, TNI Angkatan Udara juga dipercaya berpartisipasi dalam operasi kemanusiaan Solidarity Path Operation-2 di Gaza, Palestina, serta terus memperkuat diplomasi udara melalui berbagai latihan bersama dan kerja sama dengan angkatan udara negara sahabat.
Pada kesempatan tersebut, Kasau menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh prajurit dan PNS TNI AU atas dedikasi dan prestasi yang telah ditorehkan, baik di dalam maupun luar negeri. Kasau juga menegaskan prioritas TNI AU tahun 2026 yang meliputi modernisasi alpalhankam, validasi organisasi, pengembangan peranti lunak, peningkatan kualitas sumber daya manusia, dan partisipasi aktif dalam mendukung kebijakan nasional.
Di akhir amanatnya, Kasau menyampaikan Perintah Harian sebagai pedoman pelaksanaan tugas ke depan, dengan penekanan pada keimanan dan ketakwaan, disiplin dan integritas, keselamatan terbang dan kerja, ketahanan siber, pengembangan sumber daya manusia serta penguatan sinergi nasional. Hal tersebut menjadi fondasi penting agar transformasi TNI AU AMPUH berjalan terarah demi kejayaan Angkatan Udara dan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.






