Pengunjung Website
Hari Ini: 5
Minggu Ini: 103
Bulan Ini: 127
Tahun Ini: 7,445
img thumbnail

Perkuat Pencegahan Karhutla, Lanud RSA Natuna Libatkan 10 Relawan Warga Sungai Ulu

TNI AU. Upaya menjaga kawasan hutan Natuna dari ancaman kebakaran terus diperkuat Lanud Raden Sadjad. Kali ini, Lanud RSA membentuk Relawan Masyarakat Peduli Api di Desa Sungai Ulu, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (3/11/2026).
Kegiatan yang digelar di Gedung Serbaguna Desa Sungai Ulu itu ditandai penandatanganan berita acara oleh Komandan Lanud Raden Sadjad (Danlanud RSA) Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi, S.E., M.M., M.Han., bersama Kepala Desa Sungai Ulu, Supriyanto.
Pada kesempatan yang sama, Danlanud RSA juga menyerahkan piagam penghargaan Masyarakat Peduli Api kepada Desa Sungai Ulun sebagai bentuk apresiasi atas kepedulian dan dukungan masyarakat dalam membantu menjaga lingkungan serta mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Natuna.
Sebanyak 10 warga bergabung dalam tim relawan yang ditetapkan sebagai binaan teritorial Lanud Raden Sadjad. Tim tersebut bertugas membantu pencegahan, penanganan, serta koordinasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan di wilayah Desa Sungai Ulu.
Pembentukan tim mengacu pada Telegram Panglima Komando Daerah TNI Angkatan Udara I Nomor T/1885/2026 tanggal 27 Oktober 2026 tentang Penanggulangan Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan. Langkah ini juga merupakan hasil koordinasi Lanud RSA bersama pemerintah desa.
Marsekal Pertama TNI Onesmus Gede Rai Aryadi mengatakan, keberadaan relawan memiliki peran penting dalam membangun kesiapan masyarakat menghadapi ancaman kebakaran. Kepedulian warga perlu diwujudkan dalam tindakan nyata di lingkungan masing-masing.
"Relawan yang telah dibentuk harus mampu menjadi penggerak kepedulian masyarakat. Kenali potensi kebakaran di lingkungan sekitar, bangun komunikasi dengan aparat setempat, dan jangan ragu melaporkan apabila menemukan titik api," kata Danlanud RSA.
Danlanud RSA juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. "Jangan menunggu kebakaran terjadi baru kita bergerak. Pencegahan harus dimulai dari kepedulian kita masing-masing. Mari bersama-sama menjaga hutan dan lingkungan Natuna agar tetap lestari," ujarnya.