Pengunjung Website
Hari Ini: 9
Minggu Ini: 107
Bulan Ini: 131
Tahun Ini: 7,449
img thumbnail

Kunjungi Lanud Dhomber, Kardinal Suharyo Bawa Pesan Iman dan Kebangsaan

TNI AU. Suasana hangat dan penuh persaudaraan mewarnai kunjungan pastoral Uskup umat Katolik di lingkungan TNI dan Polri (Ordinariatus Castrensis Indonesia/OCI), Ignatius Kardinal Suharyo, ke Pangkalan Udara Dhomber Balikpapan, Kamis (22/10/2026).
Kedatangan Kardinal Suharyo bukan sekadar kunjungan seorang pemimpin Gereja kepada umatnya. Di hadapan keluarga besar TNI Angkatan Udara, kunjungan itu menjadi ruang untuk berbicara tentang iman, pengabdian, persaudaraan, dan kecintaan kepada Indonesia.
Kardinal Suharyo didampingi Wakil Uskup TNI-Polri, Romo Kolonel (Purn.) Yos Bintoro, Pr., serta Romo Kasmir Agung, MSF. Rombongan juga terdiri dari Romo Letda Inf. Jimmy Yohanes Hyronimus, S.Fil., Irjen Pol (Purn.) Heribertus Dahana, Marsda TNI (Purn.) A. Joko Takarianto, Laksda TNI (Purn.) A.R. Agus Santoso, Lettu Sus Marselinnus Yudhi, serta Dar Edi Yoga.
Komandan Lanud Bhomber Balikpapan, Kolonel (Pnb) I Gusti Ngurah Sorga Laksana, menyambut kedatangan Kardinal Suharyo dan rombongan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kunjungan pastoral tersebut merupakan kehormatan sekaligus momentum untuk memperkuat kehidupan rohani personel TNI-Polri dan keluarga.
"Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami atas kunjungan pastoral ini. Kehadiran Bapak Kardinal menjadi momentum yang sangat berharga untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat iman, serta memberikan penguatan rohani bagi umat Katolik, khususnya yang bertugas di lingkungan TNI dan Polri di wilayah Balikpapan," ujarnya.
Menurutnya, kekuatan seorang prajurit tidak semata-mata dibangun dari kemampuan fisik maupun profesionalisme dalam menjalankan tugas.
"Kekuatan sejati seorang prajurit tidak hanya ditentukan oleh ketangguhan fisik, kesehatan, profesionalisme dalam mengoperasikan alutsista maupun melaksanakan tugas operasi, tetapi juga ditopang oleh keteguhan mental, kematangan moral, dan kekuatan spiritual," katanya.
Karena itu, pembinaan rohani, lanjutnya, menjadi bagian penting dalam membentuk karakter personel yang memiliki integritas serta mampu memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Pesan lain yang mengemuka adalah pentingnya merawat keberagaman. TNI dan Polri menjadi ruang perjumpaan berbagai suku, agama, dan latar belakang. Perbedaan tersebut justru menjadi kekuatan ketika dirawat dengan sikap saling menghormati.
"Perbedaan bukanlah penghalang untuk bersatu, melainkan landasan kokoh untuk saling menghormati, memperkuat toleransi, serta membangun semangat kebersamaan dalam menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya.