Pengunjung Website
Hari Ini: 8
Minggu Ini: 104
Bulan Ini: 56
Tahun Ini: 2,231
img thumbnail

Danlanud Sultan Hasanuddin Dampingi Kabasarnas Sampaikan Konsep Operasi Evakuasi ATR 42-500

TNI AU. Komandan Lanud Sultan Hasanuddin Marsma TNI Arifaini Nur Dwiyanto, M.Han., mendampingi Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Kabasarnas) Marsekal Madya TNI M. Syafii dalam konferensi pers terkait konsep operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, di Kantor Basarnas Sulawesi Selatan, Senin (19/1/2026).

Kabasarnas menjelaskan, operasi SAR dilaksanakan melalui dua metode utama, yakni operasi udara dan operasi darat. Operasi udara difokuskan pada pencarian serta mobilisasi personel dan peralatan ke lokasi dengan medan sulit, sedangkan operasi darat dilakukan oleh tim SAR gabungan yang bergerak langsung menuju titik lokasi kejadian.

Operasi SAR melibatkan lebih dari 1.200 personel gabungan dari unsur TNI-Polri, Basarnas, pemerintah daerah, serta instansi terkait lainnya. Area operasi dibagi ke dalam empat sektor guna mempercepat dan mengoptimalkan proses pencarian serta evakuasi korban.

Danlanud Sultan Hasanuddin menegaskan, TNI Angkatan Udara siap memberikan dukungan penuh dalam operasi kemanusiaan ini hingga seluruh tahapan evakuasi dapat diselesaikan secara maksimal