TNI AU. TNI Angkatan Udara terus memperkuat ketahanan informasi dan keamanan siber sebagai bagian dari kesiapan menghadapi spektrum ancaman yang semakin kompleks di era perang modern.Dinas Informasi dan Pengolahan Data TNI Angkatan Udara (Disinfolahtaau) menggelar Rapat Koordinasi Informasi dan Pengolahan Data TNI Angkatan Udara (Rakor Infolahtaau) TA 2026 di Gedung Serbaguna Suharnoko Harbani, Mabesau, Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (18/6/2026).Rapat dibuka oleh Wakil Asisten Komunikasi dan Elektronika (Waaskomlek) Kasau Marsma TNI Gatot Sutomo, S.T., mewakili Askomlek Kasau Marsda TNI Deni Hasoloan S. Tema yang diusung yakni, “Ketahanan Informasi dan Penguatan Keamanan Siber melalui Security Awareness guna Mendukung TNI AU yang AMPUH di Era Perang Modern".Askomlek Kasau dalam sambutannya yang dibacakan Waaskomlek Kasau menyampaikan perkembangan teknologi digital telah menjadikan ruang siber sebagai domain strategis sekaligus menghadirkan ancaman yang semakin dinamis. Karena itu, Askomlek Kasau menyebutkan peningkatan kualitas sumber daya manusia, literasi digital, keamanan data, dan pembentukan security awareness yang kuat menjadi fondasi dalam mendukung terwujudnya TNI AU yang AMPUH.Sementara itu, Kadisinfolahtaau Marsekal TNI Hadi Siswoyo, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa penguatan sumber daya manusia perlu diiringi perubahan pola pikir dan etos kerja. Selain implementasi teknologi mutakhir dengan tata kelola serta standardisasi keamanan yang ketat, Kadisinfolahtaau mengatakandiperlukan pula kolaborasi dan sinergi keamanan siber, baik di lingkungan internal maupun bersama instansi terkait, guna menghadapi ancaman siber pada masa damai maupun perang.Rakor Infolahtaau TA. 2026 diikuti 46 peserta dari jajaran Disinfolahtaau dan menghadirkan narasumber Founder Of XecureIT Gildas Deograt Lumy serta Direktur Keamanan Siber dan Sandi Pemerintah Pusat Marsma TNI Chairul Akbar Hutasuhut, S.H., M.Sd., yang membahas perkembangan dan tantangan keamanan siber terkini.






